LombokPost--Fenomena Koin Jagat tengah heboh.
Game dengan hadiah dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah itu tengah diminati warga di sejumlah kota besar di Indonesia.
Salah satu pemicunya tentu saja hadiahnya yang sangat menggiurkan.
Hanya dengan menemukan koin menggunakan clue petunjuk yang disediakan melalui aplikasi, para pemain bisa mendapatkan hadiah uang tunai.
Di tengah hebohnya game ini, rupanya membawa sisi negatif.
Laporan dari kota-kota besar di mana koin jagat ini telah bisa dimainkan, memancing antusias dan reaksi berlebihan dari para pemainnya.
Mereka merusak fasilitas jalan seperti paving block, taman bunga, dan lain-lain untuk mencari letak koin jagat.
Pemerintah Kota Mataram pun mulai ancang-ancang mengantisipasi kemungkinan game ini masuk di wilayahnya.
"Ya saya kira ini hanya bentuk varian game saja, kalau dulu kan ada game Pokemon, sekarang koin jagat, polanya ya sama," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Suandiasa, Rabu (15/1).
Ia berharap masyarakat lebih bijak menyikapi berbagai bentuk kreativitas permainan yang diciptakan di era digital.
Menurutnya yang terpenting adalah jangan sampai antusias memainkan permainan membuat kerugian bagi pihak lain.
"Ya tidak ada kata lain kecuali meningkatkan literasi digital kita," ujarnya.
Substansi yang ditekankan, permainan jangan sampai membawa dampak negatif seperti kerugian. Baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Ia juga mengingatkan jangan sampai masyarakat terjebak permainan yang sebenarnya bentuk lain dari perjudian.
"Kita berharap tokoh masyarakat, agama, dapat segera memberikan penyadaran bagi model permainan yang merugikan," tekannya.
Publik diharapkan menggunakan kecerdasan untuk memahami pola permainan. Hadiah yang besar bisa saja bentuk lain dari semacam permainan 'lotre' yang menjebak ke dalam perjudian.
"Hadiahnya (yang besar) bisa saja sebagai gimmik untuk menarik lebih banyak pemain (top up)," ucapnya.
Meski demikian sampai saat ini belum ada larangan dari pusat terhadap keberadaan game Koin Jagat ini.
"Belum, tapi kami sangat berharap tidak masuk di Kota Mataram karena kami melihat potensi merugikannya lebih besar," ucapnya.
Jika pun nantinya game ini tetap dibolehkan sesuai hasil dari investigasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komndigi) maka pihaknya berharap aturan harus dibuat ketat.
Termasuk saat akan meletakan koin, pihak developer game tidak boleh menaruh di tempat yang berpotensi memicu kerusakan fasilitas publik.
"Kalau misalnya mereka mau datang maka harus izin dulu," pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida