LombokPost--Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel H Ahmad Muharis bersyukur atas terlaksananya dengan baik keberangkatan jamaah umrah pada periode awal dan akhir September lalu.
Meski diakui jumlah jamaah tidak sepenuhnya sesuai harapan akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil, komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh program yang telah disiapkan tetap dipegang teguh.
“Alhamdulillah, musim ini kami tetap eksis menjalankan program,” kata Haji Haris, sapaannya ditemui usai manasik umrah untuk keberangkatan jamaah pada 15 Oktober mendatang, Senin (29/9).
Diakuinya, memang terjadi penurunan jumlah rombongan umrah dari target awal 90 jamaah menjadi 42.
Namun, komitmen Muhsinin tidak goyah untuk memberangkatkan para calon tamu Allah SWT itu ke Tanah Suci.
“Berapapun jumlah jamaah, kami akan berangkatkan karena itu adalah bagian dari komitmen musim ini,” tegas Haji Haris.
Menanggapi pertanyaan tentang aturan baru dari Arab Saudi, khususnya proses visa umrah, Muharis mengakui adanya tantangan.
Proses yang membutuhkan waktu lebih lama ini membuat perusahaan tidak bisa lagi menerima pendaftaran mendekati tanggal keberangkatan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih memungkinkan pendaftaran hingga seminggu sebelum berangkat.
“Meski ada kesulitan, Alhamdulillah kami bisa lalui dengan lancar. Untuk sementara, tidak ada masalah yang berarti,” ujarnya.
Di tengah persaingan dengan banyaknya biro perjalanan umrah baru yang menawarkan harga sangat murah, Muhsinin memilih tidak terpancing.
Perusahaan bertekad mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas, tanpa menaikkan harga meski ada tekanan kenaikan dolar.
“Kami tidak menaikkan harga. Kami akan eksis sesuai komitmen, tidak akan mundur untuk melayani jamaah dengan setulus hati,” jelasnya.
Salah satu poin unggulan yang terus ditekankan adalah pelaksanaan manasik yang detail.
Manasik, menurut Haji Haris, berperan penting untuk mempersiapkan mental dan fisik jamaah, serta mengingatkan hal-hal yang perlu dibawa, sehingga perjalanan ibadah tidak sia-sia.
Menyoroti layanan haji, dia menjelaskan perbedaan mendasar antara haji reguler yang memiliki daftar tunggu sangat panjang, 40-45 tahun dengan haji khusus yang ditawarkan Musinin dengan daftar tunggu sekitar 10 tahun.
Ia mengajak masyarakat yang berniat haji untuk mendaftar melalui pihak yang memiliki kuota resmi dan pelaksanaan sesuai sunnah.
Untuk membedakan travel yang aman, ia memberikan kiat seperti, pastikan terlebih dahulu soal tiket, izin, jadwal keberangkatan, hotel, dan visa.
Muhsinin, disebutkannya, menerapkan sistem yang lebih terjamin dengan memesan tiket pesawat selalu menggunakan Garuda dan membooking hotel strategis terlebih dahulu, baru kemudian mencari jamaah.
“Hotel kami di depan Masjidil Haram, pesawat Garuda, dan ada pemimpin serta manasik yang memadai. Itu komitmen kami,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida