Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menkeu Purbaya Spill Akan Ada Penangkapan 'Mafia' Besar-besaran, Siapa?

Fratama P. • Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:08 WIB
Menkeu Purbaya
Menkeu Purbaya

LombokPost - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana besar penangkapan mafia dalam waktu dekat.

Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (20/10), menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya pemerintah memberantas praktik-praktik ilegal yang merugikan negara.

Menurut Purbaya, mafia yang menjadi target utama terkait dengan kasus penyelundupan berbagai komoditas penting, termasuk tekstil, baja, dan komoditas lainnya.

Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengantongi nama-nama individu atau kelompok yang terlibat dalam aktivitas kriminal tersebut.

“Intinya yang selama ini under invoicing, nyelundupin. Yang paling banyak tekstil, baja segala macam. Sudah ada nama-namanya,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan bahwa penetapan target penangkapan kini hanya tinggal menunggu proses internal Kemenkeu.

Kerugian Negara Masih Dihitung

Meskipun telah memiliki daftar nama yang akan diproses, Purbaya belum merinci secara pasti berapa besar kerugian negara yang ditimbulkan oleh ulah mafia penyelundupan ini.

Purbaya juga belum mengungkapkan potensi pendapatan yang dapat disita atau diminta kembali dari para pelaku.

"Belum tahu. Masih kita hitung," jelasnya.

Purbaya mengindikasikan bahwa proses audit dan perhitungan dampak finansial atas kebocoran ini masih terus berlangsung secara intensif.

Yang pasti, upaya pemberantasan ini merupakan bagian dari visi untuk "membersihkan kebocoran-kebocoran" dan mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.

Pembersihan Internal Melalui Saluran Khusus

Selain fokus memberantas mafia dari luar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menekankan komitmen Kemenkeu untuk melakukan pembersihan internal dari pegawai nakal.

Fokus utama pembersihan ini ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dua institusi kunci dalam pengamanan penerimaan negara.

Untuk memfasilitasi langkah "bersih-bersih" ini, Purbaya secara resmi merilis saluran aduan khusus bagi masyarakat.

Nomor WhatsApp "Lapor Pak Purbaya" telah diluncurkan untuk menerima segala aduan terkait permasalahan perpajakan dan bea cukai, termasuk laporan mengenai petugas yang terindikasi nakal atau menyimpang.

Nomor WhatsApp yang dapat digunakan masarakat untuk menyampaikan pengaduan langsung kepada Menteri Keuangan adalah 0822 4040 6600.

Purbaya menegaskan bahwa agenda ini adalah prioritas utama untuk masa depan.

“Arah ke depan. Kita tumbuh lebih cepat. Berantas kebocoran-kebocoran. Saya akan kerjakan di mana? Di Bea Cukai dan Pajak,” tutup Purbaya, menandakan tekad kuat untuk membangun integritas di lingkungan Kemenkeu demi optimalisasi pendapatan negara.***

Editor : Fratama P.
#Purbaya