Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dibantu Perahu hingga Alat Tangkap Ikan, Desa Kuranji Dalang Digadang Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Hamdani Wathoni • Rabu, 19 November 2025 | 09:20 WIB
BANTU WARGA: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat menyerahkan bantuan bagi nelayan Desa Kuranji Dalang, Senin (17/11).
BANTU WARGA: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat menyerahkan bantuan bagi nelayan Desa Kuranji Dalang, Senin (17/11).

LombokPost - Kebahagiaan terpancar dari wajah sejumlah nelayan warga Desa Kuranji Dalang saat dikunjungi Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ini adalah desa yang digadang ke depan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.

Deru ombak di pesisir Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Senin (17/11) pagi. Di bibir pantai, empat perahu baru tampak berjajar, catnya masih mengilap menyatu dengan warna laut. Warga nelayan yang biasanya bergegas menyiapkan jaring kini terlihat lebih ramai, seolah ada optimisme baru yang mulai tumbuh.

Optimisme itu datang dari sebuah mimpi besar, Kuranji Dalang diusulkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih, program nasional yang diyakini akan mengubah wajah desa pesisir menjadi lebih tertata, sejahtera, dan modern.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang hadir langsung di desa itu, menyebut bantuan perahu, mesin, dan jaring yang diberikan pemerintah hanyalah langkah pembuka. "Kita ingin Kuranji Dalang masuk sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Kalau disetujui, kebutuhan nelayan akan dipenuhi mulai dari rumah, jalan, sampai peralatan tangkap," ujar Bupati LAZ, sapaannya.

Suaranya menyatu dengan derik perahu yang bersandar, menandai harapan baru di kampung nelayan ini. Empat perahu, empat mesin tempel, sepuluh jaring, hingga puluhan boks ikan, semuanya diserahkan dalam dua tahap.

Bantuan tersebut berasal dari dana pokok pikiran anggota DPRD Lombok Barat. Bagi nelayan, fasilitas itu lebih dari sekadar alat tangkap. Ia adalah bukti bahwa mereka tak lagi berjalan sendiri. Rahman, Ketua Kelompok Nelayan Harapan Baru, tampak tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

"Bantuan ini datang tepat waktu, apalagi sekarang cuaca buruk. Kami sangat terbantu," ujarnya. Namun di balik rasa syukur itu, ada kegelisahan yang sejak lama mereka pendam, ketiadaan tempat penyimpanan ikan. "Saat tangkapan sedang banyak, kami tak bisa simpan. Harganya jatuh, tapi mau tak mau harus dijual cepat," kata Rahman.

Harapan itulah yang mendorong pemerintah mengusulkan pembangunan cold storage, fasilitas yang dianggap krusial untuk mengatur alur pemasaran ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat Rizki Bani Adam menjelaskan, Kuranji Dalang dan Lembar Selatan telah dipilih melalui seleksi ketat sebagai calon lokasi Kampung Merah Putih tahun depan. Syarat lahan minimal satu hektare sebenarnya sempat menjadi kendala, namun Pemkab optimistis usulan tetap diloloskan. Menurut Rizki, Kampung Merah Putih bukan sekadar proyek fisik.

Ini adalah konsep pembangunan dua dimensi. Ruang hidup yang mencakup kebutuhan sarana nelayan, dan ruang sosial yang menata lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Pemda bukan pendukung pasif. Kita terlibat aktif karena tujuan akhirnya agar nelayan kita hidup lebih baik," tegasnya. Data DKP mencatat ada 5.683 nelayan di Lombok Barat, termasuk sekitar 200 nelayan di Kuranji Dalang. Semuanya telah terdata melalui Kartu Kusuka.

Jumlah besar ini menjadi alasan kenapa desa pesisir mesti diperkuat, bukan dibiarkan berjalan apa adanya. Di banyak rumah nelayan, para ibu sudah lama menjadi benteng ekonomi saat hasil tangkapan menurun.

Mereka menjajakan ikan keliling atau di pasar, berpacu dengan waktu sebelum ikan kehilangan kesegarannya. Saat musim pancaroba datang seperti di Bulan November hingga Februari, nelayan lebih sering menepi, mencari penghasilan tambahan sebagai buruh proyek atau pekerjaan serabutan.

Kini, semua berharap cerita itu berubah. Mereka menanti saat kampung mereka tak lagi sekadar pusat aktivitas melaut, tetapi menjadi simpul ekonomi modern yang memiliki pasar ikan, koperasi kuat, hingga cold storage memadai. Di pesisir Kuranji Dalang, harapan itu seperti ombak yang datang tiada henti, terus bergerak, dan membawa janji masa depan yang lebih terang. (*)

Editor : Jelo Sangaji
#Dinas Kelautan dan Perikanan #kampung nelayan #Lombok Barat #merah putih #Lalu Ahmad Zaini