Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aksi Nyata BI Menuju Ekonomi Hijau! Insentif Bank Sentuh Rp 36 Triliun

Nurul Hidayati • Senin, 24 November 2025 | 14:55 WIB
BI Luncurkan Kalkulator Hijau, Deputi Gubernur Senior BI Tanam 37 Ribu Pohon, dan Bimbing 159 UMKM Go Green, Beli Kredit Karbon 150 Ton CO₂e
BI Luncurkan Kalkulator Hijau, Deputi Gubernur Senior BI Tanam 37 Ribu Pohon, dan Bimbing 159 UMKM Go Green, Beli Kredit Karbon 150 Ton CO₂e

LombokPost – Komitmen Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat praktik keberlanjutan dan mendukung transisi menuju ekonomi hijau ditegaskan melalui aksi nyata penanaman 37 ribu pohon di seluruh Kantor Perwakilan BI.

Penegasan komitmen ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, pada kegiatan penanaman seribu pohon bakau di Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa, Bali, Minggu (23/11).

Destry Damayanti menyatakan bahwa BI terus memperkuat kebijakan yang mendukung ekonomi hijau, terutama melalui insentif makroprudensial. Hingga 1 November 2025, insentif yang disalurkan kepada bank yang menyalurkan pembiayaan ke sektor berkelanjutan telah mencapai Rp 36,38 triliun.

Strategi BI: Insentif, Kalkulator, dan Kredit Karbon

Dukungan BI terhadap ekonomi hijau dilakukan melalui strategi komprehensif.

Pengembangan Kalkulator Hijau: Alat bantu terstandar untuk menghitung estimasi emisi dari berbagai aktivitas ekonomi.

Dukungan UMKM: Pendampingan kepada 159 UMKM hijau melalui pengembangan usaha dan fasilitasi business matching pembiayaan.

Pengimbangan Karbon (Carbon Offsetting): BI telah melakukan pembelian kredit karbon sebesar 150 ton CO₂e dan menanam 37 ribu pohon di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menyeimbangkan emisi.

“Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif," ujar Destry.

Dukungan Bali dan Langkah ke Depan

Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik inisiatif BI ini, karena selaras dengan agenda daerah dalam Rencana Kerja Sub-Nasional FOLU Net Sink 2030. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali menyebut program ini mendukung pemulihan ekosistem dan percepatan rehabilitasi bakau sebagai penyerap karbon sekaligus pelindung kawasan pesisir Teluk Benoa.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat prinsip keberlanjutan di setiap kegiatan, memperluas inisiatif hijau, serta pengembangan Kalkulator Hijau dan dukungan bagi UMKM dalam memperkuat ekonomi sirkular.

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Bank Indonesia #Ekonomi Hijau #kebijakan #insentif