LombokPost- Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai bergerak untuk mengisi kekosongan jabatan definitif Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Menyusul terbitnya izin pelaksanaan uji kompetensi (ujikom) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemkot menjadwalkan seleksi bagi tiga kandidat kuat sepanjang bulan Juni ini.
“Sudah keluar izinnya dari Kemendagri, tinggal sekarang kita fokus untuk proses ujikomnya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Baca Juga: 20 Pejabat Eselon II Pemkot Mataram Bakal Ikut Uji Kompetensi
Alwan menjelaskan, ketiga kandidat yang diusulkan merupakan pejabat eselon II aktif di lingkup Pemkot. Mereka dipastikan bakal bersaing ketat menunjukkan kapabilitas terbaiknya demi memperebutkan kursi pimpinan di Dinas Dukcapil melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat. Panitia seleksi saat ini sedang mematangkan seluruh persiapan teknis.
Menanggapi rumor yang berkembang di masyarakat bahwa calon Kadis Dukcapil harus memiliki rekam jejak sebagai camat, Panglima ASN Kota Mataram ini dengan tegas membantahnya. Alwan menekankan, regulasi yang ada sama sekali tidak mensyaratkan poin tersebut. Seluruh pejabat eselon II memiliki peluang dan hak yang setara, selama memenuhi ketentuan administratif dan substantif yang berlaku.
“Persyaratannya kan sudah jelas dan ada regulasinya. Semua pejabat eselon II itu cakap, makanya diusulkan oleh Pak Wali Kota. Yang kita usulkan ini adalah mereka yang saat ini aktif menjabat di eselon II,” terangnya.
Lebih lanjut, Alwan juga menepis isu miring terkait adanya calon boneka atau kandidat pelengkap dalam bursa pemilihian ini. Ia menjamin seluruh proses akan berjalan transparan dan akuntabel. Menurutnya, ketiga kandidat merupakan figur-figur terbaik daerah yang memiliki kans yang sama untuk terpilih. Kemampuan asli para kandidat akan diuji secara objektif melalui ujikom.
Baca Juga: Hasil Uji Kompetensi Pejabat Eselon II Pemkot Mataram Mulai Direkapitulasi
“Ini adalah orang-orang terbaik yang kita usulkan. Status mereka sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Nanti semua kualitas dan kemampuan mereka akan terungkap secara riil lewat uji kompetensi,” imbuhnya.
Menariknya, pelaksanaan ujikom kali ini menerapkan mekanisme baru sesuai instruksi Kemendagri demi memperkuat objektivitas penilaian. Tim penguji kini berjumlah lima orang, dengan komposisi yang lebih independen.
“Sekarang sistemnya berubah. Tim penguji ada lima orang, terdiri dari dua orang unsur internal dan tiga orang dari unsur eksternal,” jelasnya.
Pemkot menargetkan seluruh rangkaian seleksi ini dapat rampung sebelum akhir Juni. Langkah akselerasi ini diambil agar pelayanan administrasi kependudukan di Kota Mataram dapat berjalan semakin optimal dengan hadirnya pejabat definitif.
Editor : Redaksi Lombok Post