LombokPost - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026 bertajuk Print Daur Anti Sumbat dan Digitalisasi Bank Sampah di Lingkungan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Program yang dijalankan bersama Komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (Gelisah) tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan PLN UIP Nusra dalam memperingati Bulan Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Selain memperkuat sarana pengelolaan sampah, PLN juga meluncurkan website gelisahcommunity.com sebagai media digital untuk mendukung operasional bank sampah dan edukasi lingkungan.
Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bobby Robson Sitorus mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bulog NTB Kembalikan Potongan Pajak 1,5 Persen ke Petani Jagung
"Program ini merupakan implementasi pendekatan creating shared value. Kami ingin masyarakat memiliki kapasitas, sarana, dan sistem yang mampu mengelola sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ujarnya.
Dalam program tersebut, PLN menyalurkan berbagai dukungan berupa peralatan pengolahan sampah organik dan anorganik, pengembangan platform digital bank sampah, serta peningkatan fasilitas operasional komunitas. Seluruh bantuan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Perwakilan Kecamatan Ampenan Luh Eka Sari Purnami mengapresiasi komitmen PLN UIP Nusra dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, peningkatan volume sampah di kawasan perkotaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menilai program tersebut tidak hanya memperkuat sarana pengelolaan sampah, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan bank sampah.
Baca Juga: Punya Aset Rp4,7 Triliun, Demokrat Tanya Pemkot Mataram Soal Kewajiban Jangka Pendek Rp105 Miliar
Sementara itu, Pendiri Komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (Gelisah) Lailatul Ulfa mengatakan komunitasnya lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang terus meningkat. Selama ini Gelisah aktif mengedukasi masyarakat agar memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Menurutnya, peluncuran website menjadi langkah baru dalam memperluas edukasi dan layanan bank sampah berbasis digital.
"Hari ini menjadi langkah penting bagi Gelisah. Website ini akan menjadi media edukasi, informasi, sekaligus mendukung pengembangan bank sampah berbasis digital sehingga masyarakat lebih mudah terlibat dalam pengelolaan sampah," katanya.
Secara terpisah, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung menyatakan peluncuran website tersebut menjadi simbol komitmen perusahaan dalam mendukung aksi iklim melalui pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Empat Desa di KLU Jadi Percontohan Kampung REDAM
Menurutnya, transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi bersih, tetapi juga lewat berbagai program pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi sirkular.
"Program seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.
PLN berharap nilai-nilai keberlanjutan yang terus diterapkan perusahaan dapat tumbuh bersama masyarakat sehingga upaya menjaga lingkungan menjadi gerakan bersama demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Editor : Marthadi