Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perpustakaan Kota Mataram Bidik DAK Rp 1,4 Miliar di 2027

Chia • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:02 WIB

 

Perpustakaan Kota Mataram
Perpustakaan Kota Mataram

LombokPost - Pemerintah Pusat menjanjikan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi perpustakaan daerah yang berhasil meraih dan mempertahankan akreditasi A.

Anggaran stimulan tersebut menjadi angin segar sekaligus reward atas komitmen peningkatan mutu literasi di tingkat daerah, termasuk bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram yang tengah membidik peluang pembiayaan untuk tahun anggaran 2027 mendatang.

“Informasi yang kami terima dari pusat, jika perpustakaan sudah berakreditasi A, maka akan ada kucuran DAK berkisar antara Rp 1 miliar hingga Rp 1,4 miliar pada tahun anggaran berikutnya. Ini nominal yang sangat lumayan untuk mengoptimalkan operasional dan fasilitas,” kata Kepala Diarpus Kota Mataram Carnoto. 

Carnoto mengatakan, kepastian mengenai reward anggaran tersebut menjadi motivasi kuat bagi jajarannya untuk memacu performa pelayanan.

Sejak menakhodai dinas tersebut pada Oktober tahun lalu, dirinya langsung melakukan akselerasi total untuk mendongkrak status akreditasi perpustakaan daerah yang sebelumnya sempat tertahan di predikat C.

Baca Juga: Perpustakaan Kota Mataram Wacanakan Buka di Hari Minggu

Meski demikian, Carnoto menjelaskan kucuran anggaran dari pusat tersebut dipastikan belum bisa terealisasi pada tahun anggaran 2026.

Hal ini dikarenakan adanya kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran secara besar-besaran di tingkat nasional yang berdampak pada seluruh kementerian, lembaga, termasuk program perpustakaan daerah.

Ia meluruskan anggapan, ketidakadaan DAK pada tahun 2026 merupakan sebuah kegagalan program.

Menurutnya, kondisi tersebut murni akibat imbas pengetatan fiskal secara nasional, bukan karena persoalan pemenuhan indikator kerja di daerah.

“Tahun 2026 tidak ada DAK, semua terkena efisiensi. Pengumuman akreditasi A kita kan baru keluar bulan Februari 2026, sementara penilaiannya akhir November kemarin,” jelasnya. 

Dengan itu, secara regulasi dan siklus anggaran, reward dari raihan akreditasi A ini baru bisa diusulkan dan didapatkan pada tahun 2027.

Baca Juga: Perpustakaan Kota Mataram Anggarkan Rp 200 Juta untuk Diorama dan Panggung Literasi

Carnoto menambahkan, kucuran DAK sangat dibutuhkan mengingat banyaknya pekerjaan rumah (PR) dalam membenahi fasilitas perpustakaan.

Tingginya minat baca masyarakat Mataram saat ini menuntut adanya lompatan kualitas sarana dan prasarana agar pengunjung semakin merasa representatif dan nyaman.

Saat ini, tingkat kunjungan ke Perpustakaan mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Jika pada hari biasa kunjungan berkisar ratusan orang, pada momen-momen tertentu jumlah kunjungan bisa menembus 650 hingga 700 orang per hari.

Tingginya animo ini memaksa pihak dinas untuk menyusun jadwal dan menata kunjungan secara ketat agar tidak terjadi penumpukan massal.

Bahkan, guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat, operasional perpustakaan kini diperpanjang hingga hari Sabtu sampai pukul 13.00 WITA.

“Banyak yang harus kita benahi jika anggaran itu cair. Salah satu cita-cita kita adalah membangun kantin literasi yang dilengkapi dengan pojok baca yang nyaman. Selain itu, peremajaan koleksi buku juga agar pengunjung, terutama anak-anak muda, tidak bosan dengan buku yang itu-itu saja,” tandasnya. (chi) 

 

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #perpustakaan kota mataram #diarpus kota mataram #Pemkot Mataram #Dinas Perpustakaan dan Kearsipan