Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daryono Beberkan Daftar Tsunami Terdahsyat dalam Sejarah Indonesia, Aceh 2004 Jadi yang Terparah

Nurul Hidayati • Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:07 WIB
Ilustrasi Meta Ai
Ilustrasi Meta Ai

LombokPost  – Daryono, pakar kegempaan dan tsunami melalui unggahan di media sosialnya, membagikan catatan peristiwa tsunami terdahsyat yang pernah melanda Indonesia sepanjang sejarah.

Data ini memberikan gambaran betapa rentannya wilayah kepulauan ini terhadap bencana hidrometeorologi tersebut.

Berikut adalah daftar sejarah tsunami terdahsyat di Indonesia yang disampaikan oleh Daryono.

Tsunami Pulau Buru (Desember 1657). Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Tsunami Bulukumba (29 Desember 1820). Menelan korban jiwa sebanyak 500 orang.

Tsunami Ambon (16 Desember 1841). Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Tsunami Banda Neira (1852). Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Photo
Photo

Tsunami Sangihe (13 Desember 1858). Tercatat hanya menimbulkan kerusakan, tidak ada informasi mengenai korban jiwa.

Tsunami Minahasa (26 Desember 1859). Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Tsunami Pulau Buru (30 April 1885). Kejadian 30 April 1885 disebabkan oleh gempa kuat di Kepulauan Maluku. Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Tsunami Donggala (1 Desember 1927): Menyebabkan 50 orang meninggal dunia.

Tsunami Minahasa (22 Desember 1939): Detail mengenai dampak dan korban jiwa tidak disebutkan secara rinci.

Tsunami Larantuka (25 Desember 1982): Mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Tsunami Flores (12 Desember 1992): Merenggut nyawa 2.100 orang.

Tsunami Aceh (26 Desember 2004): Menjadi bencana tsunami dengan dampak paling dahsyat dalam sejarah Indonesia, menyebabkan lebih dari 230 ribu orang meninggal dunia.

Gempa bumi berkekuatan 9,1 hingga 9,3 skala Richter terjadi pada pukul 07.59 waktu setempat di dasar laut barat daya Sumatra, sekitar 20-25 kilometer lepas pantai.

Gelombang tsunami yang dihasilkan mencapai ketinggian hingga 35 meter dan dalam beberapa jam saja mencapai daratan Afrika.

Dimana pada kondisi ini lebih dari 500 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.

Tsunami Selat Sunda (22 Desember 2018): Menyebabkan 426 orang meninggal dunia. Tsunami ini dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sekitar perairan Selat Sunda pada 22 Desember 2018 pukul 07.00 WIB, setelah sebelumnya mengumumkan status waspada erupsi Gunung Anak Krakatau pada 21 Desember 2018 pukul 13.51 WIB.

Data yang dibagikan oleh Daryono ini menjadi pengingat akan potensi ancaman tsunami di wilayah Indonesia yang memiliki banyak sumber gempa dan aktivitas vulkanik di bawah laut.

Kesadaran akan sejarah bencana dan upaya mitigasi menjadi kunci penting untuk mengurangi risiko dan dampak di masa depan. (nur)

Editor : Kimda Farida
#Indonesia #Tsunami #sejarah #Gempa Bumi #gunung anak krakatau #Sumatra