Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Pelajar hingga Suami Hidung Belang, Semua Bisa Dibina di Barak Militer Versi Dedi Mulyadi

Alfian Yusni • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: tangkapan layar)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: tangkapan layar)

LombokPost - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik usai menggagas program pembinaan pelajar bermasalah di barak militer.

Tak hanya membidik siswa yang terlibat geng motor atau kecanduan game, program ini kini ramai dibahas warganet lantaran usulan kocak namun serius, agar “suami-suami nakal” juga ikut dikirim ke barak.

“Pokoknya sekarang bukan cuma anak-anak. Laki-laki hidung belang juga bisa kita masukin barak,” ucap Dedi Mulyadi sambil tertawa saat mengunjungi Markas Kodim Sumedang.

TikToker Lissa Assil (kiri) meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) membuat kategori untuk suami nakal dikirim ke barak militer. (tangkapan layar)
TikToker Lissa Assil (kiri) meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) membuat kategori untuk suami nakal dikirim ke barak militer. (tangkapan layar)

Candaan itu tak lepas dari viralnya video TikTok milik kreator asal Jawa Barat, Lissa Assil (@lissaassil10), yang menyampaikan surat terbuka penuh satire untuk sang gubernur.

Dalam videonya, Lissa menyentil perilaku suami yang hobi karaoke bareng LC, ngaku main golf tapi godain caddy, hingga pelit ke istri tapi royal ke wanita lain.

“Tolong Pak, ini juga butuh pembinaan akhlak di barak militer. Kalau perlu… seumur hidup,” sindir Lissa dalam video yang viral sejak 7 Mei 2025.

Menurut Dedi Mulyadi, pembinaan di barak bukan bentuk hukuman, tapi solusi alternatif untuk pelanggaran ringan.

Anak-anak yang sering bolos, terlibat perkelahian, hingga ketergantungan gadget dan narkoba, dibina untuk belajar disiplin, cinta tanah air, hingga kerja sama tim.

“Fisik mereka dilatih, mental dibangun, dan kita arahkan ke kegiatan positif seperti pertanian, pertukangan, hingga pembangunan. Bahkan warga dewasa yang rusuh atau jarang pulang pun bisa ikut dibina. Gaji mereka kita berikan ke keluarganya,” jelasnya.

 

Tak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi menggandeng Kodam III/Siliwangi serta kontraktor untuk menyalurkan para peserta ke berbagai proyek produktif.

Program ini memang menuai pro dan kontra, namun Dedi menyebut hasilnya mulai terlihat. Para siswa yang dulunya acuh kini mulai disiplin dan bertanggung jawab.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pelatih dari TNI AD. Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi hebat dan meninggalkan jejak masa lalu,” tutup Dedi Mulyadi. (***)

Editor : Alfian Yusni
#barak #dedi mulyadi #gubernur jawa barat #barak militer