LombokPost – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan akan menyasar sekolah-sekolah mulai bulan depan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (3/6).
Dalam pertemuan itu, Menkes juga melaporkan adanya kenaikan kasus Covid-19 yang mulai terdeteksi di Indonesia.
Menurut Budi, program Quick Win sektor kesehatan yang tengah berjalan meliputi pembangunan rumah sakit (RS), penguatan layanan Cek Kesehatan Gratis, dan percepatan pengobatan TBC.
Target pembangunan RS dipercepat dari lima tahun menjadi dua tahun, dengan 32 RS dimulai tahun ini dan 34 RS tahun depan.
“Sudah ada 16 RS yang groundbreaking. Presiden menyetujui realokasi anggaran untuk mempercepat program ini,” ungkap Budi.
Sementara itu, hingga awal Juni, sebanyak 7,8 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis.
Setiap harinya, sekitar 200 ribu orang memanfaatkan layanan ini. “Bulan depan, CKG akan masuk sekolah-sekolah,” jelas Menkes.
Budi juga menyinggung peningkatan kasus Covid-19. Meski skalanya kecil, lonjakan tetap terjadi.
“Varian baru Covid-19 tidak mematikan, tapi tetap harus diwaspadai. Masyarakat diminta tidak panik,” katanya.
Dari data Kementerian Kesehatan, dalam minggu ke-21 tahun ini, terjadi kenaikan kasus Covid-19 dari 0 persen menjadi 5 persen.
Jumlah kasus naik dari nol menjadi 7 kasus dalam seminggu. Secara kumulatif, pada 2025 sudah tercatat 72 kasus dari 2.160 spesimen yang diperiksa.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa deteksi dilakukan secara ketat di fasilitas kesehatan dan balai karantina.
Pemeriksaan difokuskan pada mereka yang mengalami gejala mirip flu atau terpapar virus. “Covid-19 sekarang seperti flu biasa. Tetap ada, tapi tak seganas sebelumnya,” katanya.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan bahwa kenaikan kasus juga terjadi di luar negeri.
“Saya baru dari Brisbane, Australia, dan dilaporkan varian baru NB.1.8.1 mulai menyebar karena musim dingin,” ujarnya.
Tjandra menyarankan pemerintah memperkuat surveilans epidemiologi dan genomik untuk mengetahui penyebaran kasus dan varian.
Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 tahunan bagi kelompok risiko tinggi.
“Data varian dan ketersediaan vaksin perlu terus diperbarui dan diinformasikan ke publik,” tuturnya.
Dengan makin masifnya cek kesehatan gratis, serta kewaspadaan terhadap kenaikan kasus Covid-19, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat, khususnya di kalangan pelajar.
Editor : Rury Anjas Andita