LombokPost - Kabar duka datang dari dunia dakwah Indonesia. Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat menyampaikan khutbah Jumat, Jumat (6/6/2025), di Masjid Darul Falah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sosok yang dikenal luas sebagai mantan pendeta yang jadi ulama ini wafat saat sedang menyampaikan pesan tauhid.
Ustaz Yahya Waloni dikenal sebagai penceramah yang blak-blakan dan kerap viral karena isi dakwahnya yang kontroversial.
Perjalanan hidupnya penuh dinamika dari seorang pendeta Kristen yang taat menjadi ulama garis tegas.
Berikut ini 13 fakta menarik tentang Ustaz Yahya Waloni yang patut dikenang masyarakat.
1. Dari Pendeta Menjadi Ulama
Yahya Yopie Waloni, lahir di Manado, 30 November 1970, tumbuh dalam keluarga Kristen yang taat. Ia menjabat sebagai pendeta sebelum memutuskan menjadi mualaf.
2. Pendidikan Teologi Formal
Sebelum masuk Islam, ia mengenyam pendidikan teologi hingga menjadi rektor Sekolah Tinggi Theologia Calvinis Ebenhaezer di Sorong.
3. Gaya Ceramah Blak-blakan
Ceramah Yahya Waloni dikenal lugas, sering menyinggung isu sosial dan keagamaan, yang membuatnya kerap viral di media sosial.
4. Pernah Terjerat Kasus Hukum
Ia sempat ditangkap pada 2021 atas dugaan ujaran kebencian berbasis SARA, terkait ceramahnya tentang kitab Injil.
5. Wafat Saat Khutbah Jumat
Yahya Waloni wafat sekitar pukul 12.30 WITA, Jumat (6/6/2025), usai menyampaikan khutbah pertama. Ia tiba-tiba terduduk dan tak sadarkan diri.
6. Ceramah Terakhir tentang Tauhid
Pesan terakhirnya adalah seruan kuat tentang pentingnya bertauhid kepada Allah SWT, sebelum jatuh sakit di atas mimbar.
7. Dimakamkan di Jakarta
Jenazahnya diterbangkan ke Jakarta sesuai permintaan keluarga, meski sebelumnya sempat disemayamkan di Masjid Darul Falah.
8. Istri dan Anak Juga Mualaf
Keputusannya memeluk Islam diikuti oleh istri dan anak-anaknya. Namanya berubah menjadi Muhammad Yahya Waloni.
9. Pernah Menjadi Dosen dan Anggota DPRD
Ia pernah mengajar di Universitas Balikpapan dan menjadi anggota DPRD di Sulawesi Utara.
10. Julukan “Ustaz Pansos”
Aktivis media sosial Denny Siregar pernah menyebutnya sebagai "Ustaz Pansos" karena konten dakwahnya yang sering sensasional.
11. Pengakuan dan Penyesalan
Dalam sidang kasusnya, ia sempat meminta maaf dan menyesal, serta berharap kontennya dihapus dari media sosial.
12. Pernah Khutbah Idul Adha 2025
Sebelum meninggal, ia sempat mengisi khutbah Idul Adha 1446 H di Jalan Rajawali, Makassar, dengan semangat yang menggelora.
13. Fokus Lawan Kristenisasi
Setelah masuk Islam, Yahya Waloni aktif menolak misionaris dan kristenisasi, sesuai latar belakangnya sebagai mantan pendeta.
Perjalanan Yahya Waloni yang Menginspirasi dan Menggugah
Meski kontroversial dan sering menuai kritik, tak bisa disangkal bahwa Ustaz Yahya Waloni meninggalkan jejak kuat di dunia dakwah.
Ia menjadi bukti bahwa perjalanan spiritual manusia bisa sangat dinamis dan penuh perubahan besar.
Yahya Waloni wafat saat khutbah Jumat, tapi ceramah dan perjalanannya akan terus dikenang sebagai warisan yang menggugah. (***)
Editor : Alfian Yusni