LombokPost - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan yang kerap bicara taktis, Senin (4/8) bukan sedang membahas intelijen atau ancaman negara.
Dia bicara kesehatan. Bukan kesehatan pejabat, tapi kesehatan rakyat.
Utamanya, program Cek Kesehatan Gratis yang digulirkan Presiden Prabowo.
Kata Menko Polkam Budi, ini bukan cuma program charity. Bukan sekadar bagi-bagi layanan medis. Ini investasi jangka panjang. Investasi SDM.
Sebuah strategi jitu yang, jika berhasil, bakal mengatrol kualitas manusia Indonesia agar bisa bersaing di kancah global.
“Seluruh program ini diarahkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia berdaya saing tinggi di tengah persaingan global,” ujar Menko Polkam, Budi Gunawan.
Baca Juga: Perempuan Mendominasi Layanan CKG di 177 Puskesmas di NTB
Program ini bersama dengan inisiatif lainnya seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, dan penguatan Koperasi Merah Putih, menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
Bayangkan. Indonesia punya human capital index yang masih ketinggalan. Angka stunting masih jadi PR besar.
Penyakit kronis mengintai di banyak sudut. Nah, Cek Kesehatan Gratis ini, kata Budi, adalah "pintu gerbang" pencegahan.
Jadi, ketika Budi Gunawan bicara Cek Kesehatan Gratis, dia tak hanya melihat sisi medisnya. Dia melihatnya sebagai fondasi.
Fondasi untuk Sekolah Rakyat yang cerdas, Makan Bergizi Gratis yang efektif, 3 juta rumah yang layak huni, hingga Koperasi Merah Putih yang kuat.
Semua itu, pada akhirnya, bertujuan sama: membangun manusia Indonesia yang tangguh, sehat, dan berdaya saing global. Ini visi besar, yang dimulai dari urusan sepele yaitu cek kesehatan gratis.
Editor : Akbar Sirinawa