LombokPost – Indonesia dalam waktu Indonesia Barat (WIB) menghadapi serangkaian aktivitas seismik signifikan pada Selasa, 12 Agustus 2025, dengan lima gempa bumi bermagnitudo di atas 5,0 mengguncang berbagai wilayah.
Puncak aktivitas terjadi pada Rabu dini waktu Indonesia timur (WIT) hari, 13 Agustus 2025, saat gempa M 5,6 melanda timur laut Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Alor terjadi pada pukul 23.21.51 WIB.
Meski cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di kedalaman sangat dalam, yaitu 505 kilometer, dengan koordinat 6,99 LS dan 125,40 BT, atau sekitar 172 km timur laut Alor. Guncangan dilaporkan dirasakan oleh sebagian warga setempat.
Selain gempa Alor, BMKG juga mencatat beberapa gempa lain dengan magnitudo signifikan di wilayah Indonesia pada hari yang sama.
Sarmi, Papua: Dua gempa signifikan tercatat dengan magnitudo 5,1 dan 6,4.
Pulau Karatung, Sulawesi Utara: Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 terdeteksi.
Bonebolango, Gorontalo: Wilayah ini diguncang gempa dengan magnitudo 5,3.
BMKG melalui catatan waktu Indonesia Barat, mencatatkan frekuensi gempa bermagnitudo besar dalam satu hari ini.
Meskipun gempa di Alor memiliki magnitudo yang cukup besar, kedalamannya yang sangat dalam menjadi faktor utama mengapa dampaknya di permukaan tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
Fenomena gempa dalam seringkali dirasakan dalam area yang lebih luas namun dengan intensitas guncangan yang lebih rendah di permukaan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di seluruh wilayah yang terdampak untuk tetap tenang dan waspada.
Penting untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
Masyarakat juga diimbau untuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman jika terjadi gempa susulan.
Editor : Siti Aeny Maryam