Lombok Post - Dalam sesi roundtable Business Summit di Washington DC pada Rabu (18/2), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langkah strategis pemerintahannya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan stabilitas ekonomi.
Fokus Penanganan Stunting dan SDM
Presiden mengungkapkan pengalaman pribadinya saat turun ke desa-desa yang membuka mata terhadap kondisi riil anak-anak yang mengalami stunting.
Data menunjukkan sekitar 25 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting atau hambatan pertumbuhan.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melakukan pengalokasian kembali anggaran melalui efisiensi belanja negara dan memangkas pengeluaran yang tidak produktif.
Program unggulan yang diusung adalah penyediaan Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak sebagai bentuk investasi SDM.
Nilai Investasi dan Dampak Ekonomi
Mengutip Rockefeller Institute, Presiden menjelaskan bahwa setiap 1 dolar yang dihabiskan untuk makanan gratis memiliki pengembalian setidaknya 7 dolar.
Dalam jangka panjang, nilai pengembalian program tersebut diproyeksikan bisa mencapai hingga 35 kali lipat.
Program ini juga menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect).
Melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan hasil pertanian lokal.
Stabilitas dan Investasi Global
Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga iklim investasi dan memperkuat kemitraan strategis dengan dunia usaha Amerika Serikat.
Prabowo menekankan bahwa kemakmuran suatu bangsa berasal dari tata pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih, dan stabilitas nasional.
Indonesia mengajak investor global untuk menjadikan tanah air sebagai mitra strategis jangka panjang yang saling menguntungkan.
Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan akan menggerakkan sektor pertanian desa secara masif.
Editor : Prihadi Zoldic