Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gunakan Kalender Hijriah Global Tunggal, Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri 20 Maret

Nurul Hidayati • Minggu, 15 Maret 2026 | 22:49 WIB

Ilustrasi Wujud Bulan
Ilustrasi Wujud Bulan

LombokPost - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan bahwa hari raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini menjadi panduan bagi seluruh warga Muhammadiyah, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat, dalam menyiapkan agenda kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Keputusan tersebut dituangkan dalam maklumat resmi organisasi yang didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal serta implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

 Baca Juga: SIKAPI POTENSI BEDA LEBARAN! Muhammadiyah Luruskan Makna Ulil Amri: Ketaatan pada Pemerintah Tidak Mutlak dalam Urusan Ibadah

Puasa Genap 30 Hari

Berdasarkan perhitungan KHGT, warga Muhammadiyah yang telah memulai awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, akan menggenapkan masa puasa mereka selama 30 hari.

Secara astronomis, konjungsi atau ijtimak penanda bulan Syawal dipastikan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sehingga pada hari Jumatnya umat Islam sudah memasuki tanggal 1 Syawal.

 Baca Juga: JANGAN KHIANATI AMANAH! Sekretaris PP Muhammadiyah Ajak Umat Jadikan Akhir Ramadan Momentum Syukur dan Kinerja Nyata

Metode KHGT ini merupakan langkah maju Muhammadiyah dalam memberikan kepastian penanggalan Islam yang berbasis pada perhitungan astronomi global.

Sehingga jadwal ibadah dapat diketahui jauh-jauh hari tanpa harus menunggu pengamatan fisik di lapangan.

Potensi Perbedaan Hari Raya

Meski Muhammadiyah telah memiliki ketetapan pasti, masyarakat dihimbau untuk tetap mengedepankan sikap toleransi. Pasalnya, terdapat potensi perbedaan dengan Pemerintah RI dan Nahdlatul Ulama (NU).

Pemerintah baru akan menggelar Sidang Isbat pada Kamis malam (19/3) dengan menggabungkan metode hisab dan rukyat (pemantauan hilal).

Jika posisi hilal pada petang tersebut dianggap belum memenuhi kriteria MABIMS (ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka Pemerintah kemungkinan besar akan menetapkan Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Persiapan Salat Id Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) setiap daerah diprediksi akan menyiapkan sejumlah lokasi strategis untuk pelaksanaan salat Idulfitri pada Jumat pagi di berbagai titik di Mataram, Lombok, hingga Sumbawa.

Bagi warga yang hendak mudik atau memesan tiket perjalanan, ketetapan ini dapat menjadi acuan awal, sembari tetap memantau perkembangan hasil Sidang Isbat Pemerintah untuk menjaga harmonisasi di lingkungan masyarakat.

Editor : Marthadi
#idulfitri #kalender #KHGT #Muhammadiyah Lebaran #hari raya