LombokPost - Perum BULOG memastikan mesin logistik pangan nasional bekerja ekstra cepat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
BULOG menegaskan bahwa stok beras dan minyak goreng subsidi, MinyaKita, dalam kondisi aman untuk mendukung penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2026 yang dilakukan secara sekaligus.
Program "rapel" bantuan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga di tengah tren peningkatan kebutuhan pangan nasional.
Monitoring Ketat demi Kualitas Terbaik
Direktur Pemasaran Perum BULOG, Febby Novita, turun langsung melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan penyaluran berjalan sesuai prosedur. Secara nasional, program ini menyasar 33.244.408 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total kebutuhan beras mencapai 664.888 ton dan 132,9 juta liter MinyaKita.
"Kami melakukan pengawasan langsung untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Dengan dukungan stok yang kuat, penyaluran kami harapkan berjalan lancar tanpa kendala," tegas Febby Novita dalam keterangannya.
Baca Juga: Bulog NTB Salurkan 10.200 Ton Bapang untuk Warga Miskin
Paket Lengkap di Tangan Penerima
Karena penyaluran kali ini mencakup dua alokasi sekaligus, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan jumlah yang signifikan untuk stok dapur mereka.
Perinciannya, setiap PBP berhak menerima 20 Kilogram Beras (10 kg per alokasi) dan 4 Liter MinyaKita (2 liter per alokasi).
Baca Juga: Warga Minta Bapang Dilanjutkan, Bulog Pastikan Kualitas Beras Terjaga
Hingga saat ini, realisasi penyaluran secara nasional telah menyentuh angka 20 persen dan terus dikebut agar segera tuntas menjangkau seluruh pelosok tanah air.
Jaminan Stok hingga Tingkat Desa
BULOG memastikan seluruh komoditas yang didistribusikan telah melalui proses pengawasan mutu yang ketat.
Koordinasi dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi hingga ke titik terdepan di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui jaringan logistik yang andal, BULOG menghimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan di pasar.
"Stok kami sangat terjaga. Masyarakat tidak perlu panic buying karena distribusi bantuan ini juga berfungsi sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga di masyarakat," pungkas Febby.
Editor : Redaksi