Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi RI Tumbuh Solid 5,61 Persen! OJK Sikat Ratusan Pinjol Ilegal dan Amankan Rp614 Miliar Duit Rakyat, Ini Rinciannya

Nurul Hidayati • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:25 WIB
OJK sampaikan kinerja sektor jasa keuangan terjaga di tengah berlanjutnya ketidakpastian kondisi global. (IST)
OJK sampaikan kinerja sektor jasa keuangan terjaga di tengah berlanjutnya ketidakpastian kondisi global. (IST)

LombokPost - Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global dan panasnya tensi geopolitik, benteng keuangan Indonesia rupanya masih berdiri sangat kokoh.

Berdasarkan Siaran Pers OJK Nomor SP 89/DKPU/OJK/V/2026, pertumbuhan ekonomi domestik sukses bertengger di angka solid 5,61 persen.

Kinerja perbankan menjadi salah satu motor utama.

Baca Juga: REI NTB Dukung Aturan Baru SLIK OJK

Kredit per April 2026 tumbuh meyakinkan sebesar 9,49 persen (yoy) atau menyentuh angka Rp8.659 triliun.

Yang menarik, geliat ekspansi usaha terlihat dari lonjakan Kredit Investasi yang mencapai 20,85 persen.

Tak mau kalah, Dana Pihak Ketiga (DPK) alias simpanan masyarakat juga membengkak 13,55 persen menjadi Rp10.231 triliun.

Baca Juga: OJK-BEI Bakal Temui Penyedia Indeks Global, Setelah Tuntaskan Reformasi Pasar Modal

"Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meski dinamika global sedang tidak menentu," kata Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah.

Beralih ke lantai bursa, meski IHSG sempat terkoreksi tipis ke level 6.956,80, antusiasme investor justru "pecah".

 Jumlah investor pasar modal meroket 30,06 persen (ytd) menjadi 26,49 juta orang.

Baca Juga: Dorong KPR Subsidi, OJK Relaksasi SLIK

Sementara di sektor pembiayaan, tren Buy Now Pay Later (BNPL) kian menggila dengan pertumbuhan mencapai 55,85 persen.

Sikat Penjahat Finansial

Tak hanya urusan angka, OJK juga menunjukkan taringnya dalam melindungi kantong rakyat.

Satgas PASTI tercatat sukses "membasmi" 951 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal dan 3 investasi bodong sejak awal tahun hingga akhir April lalu.

Prestasi mentereng juga dicatatkan oleh Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Lembaga ini berhasil memblokir 485.758 rekening yang terindikasi penipuan. Tak main-main, uang korban sebesar Rp614,3 miliar berhasil diamankan dari tangan para mafia scammer.

Ketegasan juga ditunjukkan dengan denda administratif di pasar modal yang menembus Rp85,04 miliar bagi para pelanggar aturan.

NTB Jadi Prioritas

Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat perhatian khusus dalam kebijakan strategis kali ini.

OJK meluncurkan program Desa Berdaya dengan menggelar Training of Facilitator (TOF) untuk memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat perdesaan di NTB.

Langkah ini diperkuat dengan pemetaan pendamping dan offtaker di lapangan. Tujuannya satu: memastikan pelaku usaha binaan di NTB memiliki ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan melek literasi keuangan. Dengan sinergi pusat dan daerah ini, OJK optimis kualitas hidup masyarakat lokal akan terkerek naik melalui sistem keuangan yang sehat dan produktif.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Kinerja OJK April 2026 #Investasi Pasar Modal #Ekonomi NTB #pinjol ilegal #Satgas PASTI