LombokPost - Studio legendaris Jepang, Toho, resmi mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan tiga film layar lebar terbaru dari jagat Godzilla, termasuk sekuel dua film tersukses mereka: Godzilla Minus One dan Shin Godzilla.
Keduanya dijadwalkan mulai rilis pada tahun 2026, dengan cerita yang menjanjikan ketegangan dan skala lebih besar.
Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh Koji Ueda, kepala Toho International, dalam wawancara dengan Bloomberg dan GamesRadar.
Ia menyebutkan bahwa sekuel Godzilla Minus One sudah dalam tahap pengembangan aktif dan kemungkinan tayang akhir tahun 2026.
Takashi Yamazaki, sutradara dan penulis skenario film sebelumnya, kembali dipercaya menangani proyek besar ini.
"Godzilla Minus One membuktikan bahwa Godzilla Jepang masih punya taji di kancah global. Sekuel ini akan membawa cerita lebih dalam dan visual lebih masif," kata Ueda.
Film Godzilla Minus One sebelumnya sukses besar secara internasional. Film ini menyabet Piala Oscar untuk Efek Visual Terbaik dan mengumpulkan lebih dari $115 juta secara global, menjadikannya film berbahasa Jepang terlaris dalam sejarah box office Amerika.
Yang lebih mengejutkan, Toho juga mengonfirmasi bahwa Shin Godzilla (2016)—film interpretatif gelap karya Hideaki Anno dan Shinji Higuchi—juga akan mendapat sekuel langsung.
Ini mengejutkan karena sebelumnya film ini dianggap berdiri sendiri. Dengan kritik tajam terhadap birokrasi Jepang dan visual evolusi Godzilla yang mencekam, Shin Godzilla menjadi film Godzilla tersukses di Jepang dengan pendapatan domestik ¥8,25 miliar dan memenangkan tujuh Japan Academy Prize.
Selain dua sekuel ini, Toho tengah mempersiapkan satu film Godzilla lainnya yang berlatar Asia Tenggara, proyek orisinal yang diperkirakan memperkenalkan elemen baru dari dunia Godzilla.
Detailnya masih dirahasiakan, namun penggemar meyakini film ini akan membawa lokasi eksotis dan kemungkinan menghadirkan musuh klasik seperti Rodan atau Mechagodzilla.
Untuk mendukung seluruh proyek ini, Toho telah menyiapkan investasi raksasa sebesar ¥120 miliar (sekitar US$860 juta), dengan ¥15 miliar khusus untuk pengembangan IP Godzilla, termasuk film, gim konsol, wahana hiburan, dan merchandise.
Tak hanya film, Toho juga akan meluncurkan platform digital baru bernama "Toho‑One" pada 2026, yang akan menjadi rumah streaming eksklusif untuk seluruh konten Godzilla dan karakter monster lainnya.
Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Godzilla sebagai ikon pop global lintas generasi.
Dengan tiga film Godzilla baru—termasuk sekuel Godzilla Minus One, Shin Godzilla, dan satu proyek Asia Tenggara—Toho menegaskan ambisinya untuk terus menguasai jagat monster raksasa dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni