Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wagub Kritik Penaganan Korona Mataram, Wali Kota : Jangan Bikin Panik

Administrator • Kamis, 9 Juli 2020 | 14:35 WIB

MATARAM-Kritik terhadap penanganan Covid-19 dari Wakil Gubernur NTB, ditanggapi santai Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. ”Silakan menilai. Siapapun boleh saja menilai. Tapi, jangan panik dan jangan juga bikin panik,” kata Ahyar, Rabu (8/7)

Selama tiga bulan terakhir, dari awal terjadi pandemi, Pemkot Mataram mengaku tidak berdiam diri. Melalui gugus tugas mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Melaksanakan seluruh program yang direncanakan, terkait penanganan dan pencegahan covid.

Keseriusan pemkot terlihat dari alokasi anggaran untuk covid. Sebesar Rp135 miliar ditarik dari anggaran OPD. Setelah pemkot melakukan merasionalisasikan anggaran APBD 2020 sebanyak Rp325 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk membantu masyarakat. Yang ekonominya terdampak covid. Melalui jaring pengaman sosial (JPS). Total, pemkot mengintervensi sebanyak puluhan ribu kepala keluarga melalui program ini.

Stimulus ekonomi juga diberikan untuk para pengusaha. Terkait dengan penundaan dan pembebasan pajak daerah.

Tidak sampai di sana, kata Ahyar, penanganan untuk covid juga dimaksimalkan. Menambah fasilitas di RSUD Kota Mataram dan 11 puskesmas. Hingga penyiapan tempat isolasi di Wisma Nusantara.

”RS kita bahkan sampai membeli alat PCR juga. Setiap malam selalu standby untuk melakukan tracing,” tutur Ahyar.

Pemkot juga terus melakukan imbauan. Meminta masyarakat memakai masker saat berada di luar rumah. Menyiapkan tempat cuci tangan di area publik dan tempat ibadah. ”Kita sudah bagikan masker di setiap lingkungan. Total yang sudah dibagikan itu lebih dari 100 ribu masker,” ujarnya.

Ahyar tak membantah jika wilayahnya masuk zona merah. Bahkan tren penambahan angka kasus positif terus terjadi setiap hari. Termasuk mereka yang meninggal dunia saat menjadi pasien covid.

Hanya saja, pertumbuhan kasus positif sudah tidak lagi terjadi di lingkungan tradisional. Seperti kasus di Gubug Panaraga atau Babakan. Yang sekitar satu bulan lalu, terdapat penularan transmisi lokal cukup masif.

Selain sudah tidak lagi terjadi penyebaran di lingkungan, Kota Mataram sudah beralih dari wilayah berisiko tinggi ke sedang untuk penularan covid. Hasil ini dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”Kita sudah berhasil menekan itu. Sudah selesai. Termasuk dengan klaster-klaster itu,” jelas Ahyar.

Mereka yang sekarang positif, berdasarkan analisa gugus tugas, berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Yang memang memiliki penyakit penyerta dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Hasil analisasi tersebut, disebut Ahyar, sudah disampaikan. Ketika rapat koordinasi bersama Pemprov. Di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, belum lama ini.

”Jadi kita ini terus serius dan sungguh-sungguh menangani covid. Saya bukan mencari-cari alasan, tapi memang seperti itu kerja yang dilakukan,” imbuhnya.

Kata Ahyar, seharusnya pemprov bersama-sama membangun sinergi dengan pemkot. Bukan saling menyalahkan. ”Kalau seperti kemarin, ini kan cenderung menyalah-nyalahkan. Dan itu tidak baik,” kata Ahyar.

Disinggung soal intervensi penanganan yang dilakukan Pemprov NTB untuk Kota Mataram, Ahyar hanya menyebut soal rapat-rapat dan koordinasi. Tidak ada program atau terobosan baru dari pemprov untuk menekan angka pertumbuhan kasus.

Kemudian, ada juga bantuan berupa alat pelindung diri dan masker yang diberikan pemprov. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah bantuan yang diintervensi pemkot, angkanya sangat sedikit.

Selama penanganan covid, intervensi pemprov belum maksimal. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Ketika membutuhkan Asrama Haji untuk lokasi isolasi, pemkot justru menghadapi birokrasi yang panjang.

Kata Ahyar, selama ini penanganan covid di Kota Mataram hampir sepenuhnya dilakukan pemkot. Juga dibantu dari TNI dan Polri. ”TNI Polri kita di Kota Mataram ini sangat luar biasa. Hampir tidak kenal waktu bekerja,” puji Ahyar.

Karena itu, ia menolak untuk memberikan penilaian mengenai keseriusan pemprov untuk membantu pemkot. ”Silakan dinilai sendiri. Yang jelas kita bekerja dengan serius dan sungguh-sungguh,” tegas Ahyar.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, pemkot akan tetap fokus soal penanganan dan pencegahan penyebaran covid. ”Seperti kata Pak Wali itu, jangan panik dan jangan membuat panik. Kita harus tetap waspada,” kata Martawang. (dit/r3)

  Editor : Administrator
#Virus Korona #H Ahyar Abduh #Wali Kota Mataram