Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sukses Bangun Sirkuit Motocross, Gubernur NTB Apresiasi Bupati Loteng

Rury Anjas Andita • Rabu, 11 Mei 2022 | 09:00 WIB
SUDAH JADI: Sirkuit Motocross 459 Lantan rampung dibangun Pemkab Lombok Tengah berkat urunan para kepala desa di wilayah utara. (Humas Loteng untuk Lombok Post)
SUDAH JADI: Sirkuit Motocross 459 Lantan rampung dibangun Pemkab Lombok Tengah berkat urunan para kepala desa di wilayah utara. (Humas Loteng untuk Lombok Post)
MATARAM-Kepala daerah di kabupaten/kota diminta gubernur NTB berani berinovasi untuk mengakselerasi perekonomian. Seperti yang dilakukan Bupati Lombok Tengah (Loteng) melalui pembangunan Sirkuit Motocross 459 Lantan.

”Kepala daerah (kada) harus pandai menciptakan peluang,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah soal rampungnya Sirkuit Lantan.

Ia mengatakan, keberadaan sirkuit motocross di Lantan, Loteng, tentu membuka peluang untuk penyelenggaraan event. Kehadiran event balapan bakal berdampak pada geliat ekonomi masyarakat lokal. ”Saya kira ini terobosan yang sangat baik,” ujarnya.

Zul menyebut Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri tentu belajar banyak dari penyelenggaraan event di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Mulai dari World Superbike hingga MotoGP pada Maret lalu.

WSBK maupun MotoGP diketahui memberikan dampak sangat baik untuk perekonomian masyarakat. Bukan saja di Loteng, tapi juga seluruh NTB. ”Impactnya itu banyak sekali. Saya kira pak bupati melihat itu, sehingga dibangun sirkuit Lantan,” sebut Zul.

Sesuatu yang baru, termasuk Sirkuit 459 Lantan, tentu masih memiliki kekurangan di awal-awal. Namun Zul meyakini setelah ada event yang digelar, akan dibarengi dengan penyempurnaan dari pemda.

”Jangan dilihat harus sempurna dulu. Awal pasti ada kekurangan, tapi keberanian untuk memulai itu yang penting,” tegasnya.

Karena itu Zul ingin kepala daerah lain di kabupaten/kota bisa meniru apa yang dilakukan Loteng. Jika ada event rutin setiap bulan, di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, hingga Pulau Sumbawa, bisa dipastikan ekonomi masyarakat bergerak.

”Kalau semua bergerak, ekonomi kita bisa semakin bagus,” sebut Zul.

Keberadaan sirkuit di Loteng, membuat NTB bakal memiliki dua sirkuit Motocross. Satu sirkuit lainnya saat ini sedang dalam proses pembangunan di Samota, Sumbawa. Yang nanti digunakan untuk event Motocross Grand Prix (MXGP).

Kata gubernur, sirkuit di Samota tentu berbeda dengan di Lantan. Pembangunan sirkuit untuk MXGP tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada Infront, promotor sekaligus pemilik jenawa MXGP, yang melakukan pengawasan.  ”Mereka ada standar tertentu untuk sirkuitnya,” kata Zul.

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, Sirkuit Lantan 459 Motocross mampu memberikan daya dorong dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi sudah ada 13 crosser asing yang menjajal trek sirkuit, untuk latihan bersama. Mereka dari Kanada, Prancis, Amerika, serta Australia.

”Mudah-mudahan ini ini menjadi daya dorong dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Lombok Tengah bagian Utara,” harap Bupati Pathul.

Sirkuit Motocross ini dibangun sebagai bentuk jawaban atas permintaan masyarakat bagian utara dengan keberadaan Sirkuit Mandalika. Sehingga terbangun sirkuit yang anggarannya berasal dari kepala desa di Loteng bagian utara.

”Ini bukan hasil Pathul-Nursiah melainkan hasil karya masyarakat Lombok Tengah,” tegasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #sirkuit motocross #Desa Lantan