"Saya baru kontak Pak Septo, orang kepercayaan Raffi Ahmad. Disampaikan Pak Septo bahwa tadi pagi (Rabu, red) bertemu Raffi Ahmad. Dan Raffi menyampaikan akan tetap berinvestasi di NTB," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Khairul Akbar, Rabu (8/6/2022).
Disebutkan, investasi itu nantinya akan bergerak pada arah hilirisasi. Yaitu, penyediaan daging dan olahannya di seluruh Indonesia. Bahkan, disetiap provinsi bakal dibangun penampungan atau storage.
"Sumber bahan baku bisa berasal dari NTB atau daerah lainnya. Sapi yang diambil adalah sapi-sapi eksotik," tambahnya.
Lantas mengapa tidak terlihat geliat investasi ini? Khairul menjabarkan, pihak Raffi Ahmad tentunya menerapkan prinsip efisiensi dalam distribusi. Sehingga mesti benar-benar diperhitungkan.
"Ke depan akan bergerak di budidaya dalam rangka mempersiapkan ketersediaan ternak," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Raffi Ahmad batal berinvestasi di RPH Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Sempat dikabarkan Raffi Ahmad melirik RPH Banyumulek dan telah melakukan identifikasi hingga survei, namun hingga kini belum ada perkembangan apa pun.
"(Investasi, red) dengan Raffi Ahmad belum apa-apa, hanya masih kaitan mereka survei saja. Rencana survei dan belum ada hasil, bisa jadi tidak jadi. Karena mungkin menurut mereka tidak bagus analisanya," singkat Khairul. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida