Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Logistik Kebencanaan Menipis, BPBD NTB Ajukan Anggaran Rp 800 Juta

Yuyun Kutari • Kamis, 14 Maret 2024 | 19:15 WIB
GENANGI RUMAH WARGA: Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir hingga menggenangi pemukiman warga, di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu, akhir pekan lalu.
GENANGI RUMAH WARGA: Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir hingga menggenangi pemukiman warga, di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu, akhir pekan lalu.

LombokPost-Lebih dari 30 peristiwa bencana alam terjadi di awal tahun ini.

Dari jumlah itu, yang paling sering terjadi yaitu bencana banjir atau banjir bandang.

Kemudian cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, tanah longsor hingga gelombang pasang atau rob.

Penanganan puluhan peristiwa bencana alam tersebut menyebabkan persediaan logistik di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dalam kondisi menipis.

”Kami Maret ini masih menangani dampak bencana alam dari berbagai wilayah di NTB,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Rabu (13/3).

Adapun persediaan logistik yang menipis tersebut mencakup dari seluruh aspek barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Seperti pangan, sandang, papan, dan turunannya dalam rangka penanggulangan bencana.

”Misalnya selimut, tenda-tenda darurat, sampai dengan makanan siap saji, itu semua dari BPBD,” jelas dia.

Saat persediaan logistik menipis, BPBD NTB terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan NTB dalam penyaluran distribusi beras.

”Kalau bencana ini, tidak hanya kami yang menangani,” kata mantan sekretaris Dinas PUPR NTB ini.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan kabupaten dan kota yang sampai sekarang, persediaan logistik kebencanaan mereka masih cukup.

“Tinggal mereka yang mengatur secara proporsional atau ideal supaya tidak cepat habis,” jelasnya.

Untuk penanganan bencana ke depan, BPBD NTB telah mengusulkan permintaan anggaran ke BPKAD sebesar Rp 800 juta yang bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT).

Usulan ini diharapkan bisa segera disetujui dalam bulan ini.

Apalagi berdasarkan laporan BMKG yang memonitor perkembangan kondisi cuaca dan potensi peningkatan curah hujan, prediksi BPBD NTB bahwa bencana alam masih terjadi.

”Mudah-mudahan usulan yang kami sampaikan disetujui bulan ini, supaya segera kami belanjakan segala macam logistik kebencanaan ini, bagaimanapun kita harus punya persediaan yang cukup untuk penanganan bencana ini,” pungkasnya.

Terpisah, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih terjadi selama periode 10-16 Maret.

”Mencakup seluruh kabupaten dan kota di NTB bahwa hujan akan muncul mulai pagi hingga dini hari,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#Banjir Bandang #tanah longsor #Bencana alam #Banjir #Bencana