Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KLHK Bangun Tempat Persemaian Mandalika, Mampu Produksi Hingga 10 Juta Bibit

Galih Mega Putra S • Jumat, 19 Juli 2024 | 20:30 WIB
PRODUKSI BIBIT: Para pemateri yang menjadi narasumber pada acara sosialisasi kolaborasi pengelolaan pusat Persemaian Mandalika, kemarin. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
PRODUKSI BIBIT: Para pemateri yang menjadi narasumber pada acara sosialisasi kolaborasi pengelolaan pusat Persemaian Mandalika, kemarin. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini sedang membangun tempat persemaian bibit di Kecamatan Pujut.

Lokasi persisnya ada di Desa Rembitan. Tempat produksi bibit yang dikenal dengan nama Persemaian Mandalika itu menempati area hingga 32 hektare. 

Dari luasan lahan itu, area produksinya saja seluas tujuh hektare dengan kapasitas produksi 5-10 juta bibit.

"Progres pembangunannya sudah 90 persen. Agustus-September sudah siap, dan bisa segera operasional," kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Air Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari Umar Nasir.

Di Provinsi NTB sendiri, sudah ada beberapa tempat produksi bibit. Seperti Persemaian Pringgabaya, Lombok Timur, dan Persemaian Manggelewa, Kabupaten Dompu.

"Itu sudah berproduksi dari awal tahun. Untuk kapasitas, paling besar di Mandalika," jelas Umar.

Persemaian di dua tempat yang sudah berproduksi inilah yang nanti akan memenuhi kebutuhan pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan di NTB.

"Didistribusikan berdasarkan permohonan masyarakat karena bibit untuk ditanam dan dipelihara," katanya.

Direktur Perbenihan Tanaman Hutan KLHK Nurul Iftitah saat mengikuti sosialisasi kolaborasi pengelolaan pusat Persemaian Mandalika secara daring Kamis (18/7) mengatakan, persemaian skala besar ini merupakan perintah langsung dari Presiden Jokowi.

Ini untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia serius menangani dampak perubahan iklim melalui produksi bibit. 

"Bibit yang dihasilkan akan ditanami di area rawan bencana, lahan kritis sehingga mengurangi resiko bencana dan tentua perbaikan alam," katanya.

Untuk persemaian Mandalika, selain sebagai tempat produksi bibit yang menjadi tujuan utamanya, juga bisa menjadi sarana eko eduwisata.

Sehingga nanti di tempat persemaian itu menerima kunjungan dari berbagai pihak.

Seperti anak-anak sekolah maupun mahasiswa.

Nurul Iftitah menambahkan, Persemaian Mandalika sesuai tujuannya, untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas Mandalika. Karena itu, dia berharap, ini bisa disinergikan dalam pengembangan pariwisata di Provinsi NTB.

"Ke depan perlu ada selter atau posko bibit sementara di masing-masing KPH (kesatuan pengelola hutan). Di Kalimantan Selatan sudah berjalan, di mana KPH membantu distribusi bibit, menyiapkan posko bibit yang disuplai KLHK," tutupnya. (bib/r11)

Editor : Kimda Farida
#lhk #klhk