LombokPost-Dinas Kesehatan Provinsi NTB terus berupaya mengendalikan dan mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Sumbawa.
Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, tim dari Bidang P2P Dinas Kesehatan NTB bersama Tim Global Fund NTB telah melakukan berbagai langkah strategis yang akan dijalankan bersama.
“Kita telah menyusun berbagai langkah strategis untuk mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Sumbawa,” kata ketua tim dari Bidang P2P Dinas Kesehatan NTB Lalu Simbawara, S.KM., M.Si.
Ketua Tim P2P Dinas Kesehatan NTB Lalu Simbawara, S.KM., M.Si bersama Tim Global Fund NTB Nurhayati dan Nely Trisnawati melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si, M. Si, Apt. Tim kemudian turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi dan pemberian bantuan. “Pertemuan tersebut telah menghasilkan sejumlah komitmen yang akan kita jalankan bersama sesuai kewenangan,” kata Lalu Simbawara.
Beberapa komitmen tersebut, tambah Lalu Simbawara, di antaranya akan melakukan advokasi secara komprehensif dengan lintas sektor. Mulai dari lingkup Pemda Kabupaten Sumbawa maupun pihak swasta, dan relawan. Salah satu pihak swasta yang akan dilibatkan adalah perusahaan pengelola tambang di wilayah Sumbawa. Mereka akan dilibatkan dalam upaya pengendalian dan percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, dilakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi kasus malaria berupa PE 1-2-5. Dan follow up tatalaksana malaria yang dilakukan di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.
“Wilayah ini merupakan kecamatan dengan nol kasus malaria dalam 10 tahun terakhir. Akan tetapi pada bulan Agustus ini terdapat satu kasus terkonfirmasi positif malaria di kecamatan tersebut,” katanya.
Tim Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Sri Hendra Susanti juga melakukan konfirmasi ke Puskesmas Plampang. Bersama kepala Puskesmas, dokter Puskesmas, pengelola program malaria, dan petugas ATLM, tim melakukan screening yang fokus pada masyarakat di sekitar wilayah terjadinya kasus malaria.
“Saat screening, masyarakat dikumpulkan di aula dusun,” jelasnya.
Dari screening tersebut, diperoleh hasil bahwa seluruh sasaran terkonfirmasi negatif malaria berdasarkan pemeriksaan RDT. Namun akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan mikroskop. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan.
Tim juga melakukan kunjungan ke rumah warga yang menderita malaria, sekaligus melakukan follow up terhadap pengobatan malaria yang dilakukan.
“Pasien telah meminum obat sesuai dengan standar pengobatan dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter setempat. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada hari ke 14 dan hari ke 28 setelah pengobatan untuk memastikan bahwa pasien dinyatakan sembuh,” katanya.
Kegiatan survei vektor juga dilakukan di sekitar rumah pasien. Dari kegiatan tersebut tidak ditemukan tempat perindukan nyamuk Anopheles penyebab malaria.
“Nantinya, survei vektor juga akan dilanjutkan oleh petugas puskesmas dan petugas puskesmas pembantu di tempat kerja pasien, yaitu di ladang,” jelasnya.
Strategi lain yang dilakukan untuk mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Sumbawa, Tim Dinas Kesehatan NTB membagikan kelambu pada pasien dan masyarakat. Mereka adalah warga yang sering beraktivitas di daerah berisiko, seperti di ladang.
“Dengan berbagai program tersebut, diharapkan masyarakat akan terhindar dari penyakit malaria,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin