Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas PUPR Provinsi NTB Susun Rencana Strategis Sumber Daya Air

Halil E.D.C • Senin, 9 September 2024 | 08:55 WIB
Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTB Ir. H. Hasim, MT saat pertemuan dengan Bappeda NTB membahas permasalahan Sumber Daya Air.
Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTB Ir. H. Hasim, MT saat pertemuan dengan Bappeda NTB membahas permasalahan Sumber Daya Air.

LombokPost-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB menyusun rencana strategis perangkat daerah tahun 2025-2029. Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai misi NTB Emas 2045 dengan moto provinsi kepulauan yang maju, kuat, aman, berkelanjutan, dan sejahtera.

“Salah satu hal yang dibahas dan menjadi salah satu perhatian utama dalam rencana strategis tersebut adalah permasalahan Sumber Daya Air,” kata Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTB Ir. H. Hasim, MT.

Menurut H. Hasim, permasalahan sumber daya air di Provinsi NTB tersebut menjadi salah satu bahasan sekaligus evaluasi dalam pertemuan antara PUPR NTB dan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) NTB.

“PUPR NTB dan Bappeda NTB mengevaluasi beberapa masalah terkait permasalahan sumber daya air,” katanya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas isu pengembangan wilayah Provinsi NTB terkait sasaran dan juga strategi terkait beberapa wilayah yang akan menjadi rancangan pembangunan infrastruktur yang akan menjadi pembangunan jangka panjang menuju NTB Emas 2045. Serta strategi pembangunan, rencana program kegiatan, dan pagu indikatif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR NTB L. Kusuma Wijaya, ST, MT. mengatakan, sumber daya air merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi berbagai daerah, termasuk Provinsi NTB.

“Untuk mengatasi persoalan sumber daya air tersebut tidak mudah karena membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” katanya.

Menurut L. Kusuma Wijaya, untuk mengatasi persoalan sumber daya air, Dinas PUPR NTB selama ini tetap konsentrasi dalam lima hal. Yakni, konservasi air, pemanfaatan air, pengendalian daya rusak air, peningkatan kapasitas pengelolaan sumber daya air, dan pengelolaan data dan informasi pengelolaan sumber daya air.

Dijelaskan, konservasi air meliputi bagaimana memanfaatkan sumber daya air sesuai dengan kebutuhan atau tidak melakukan pemborosan.

Konservasi air ini bisa efektif jika melakukan pengendalian. Mulai dari bagaimana melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. Yang meliputi pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan, pemanfaatan sumber air, pengaturan daerah sempadan sumber air, serta rehabilitasi hutan dan lahan.

Sementara untuk pemanfaatan air, harus dilakukan dengan asas keadilan, merata, dan berkelanjutan. Misalnya bagaimana pemanfaatan air untuk keperluan lahan pertanian, peternakan, maupun industri.

Semua sektor kehidupan membutuhkan air. Pertanian misalnya, sangat ketergantungan dengan ketersediaan air. Begitu juga dengan peternakan, perikanan, bahkan di sektor industri.

“Pengembangan industri pariwisata saja sangat bergantung pada ketersediaan Sumber Daya Air,” katanya.

Pemanfaatan sumber daya air ini juga herus merata mulai dari bagian hulu atau sumber hingga ke bagian hilir. Sehingganya terlayani tanpa ada yang berlebihan dan kekurangan.

“Sementara asas berkelanjutan, yakni bagaimana pemanfaatan air dilakukan untuk banyak sektor secara bersamaan. Misalnya air yang digunakan untuk lahan pertanian bisa digunakan lagi untuk perikanan, dan lainnya,” katanya

Selain itu, salah satu hal yang tak kalah penting adalah bagaimana terus meningkatkan pengelolaan sumber daya air. Artinya menyiapkan sarana penyimpan air yang berlebihan saat musim hujan.

Sarana penyimpan air ini sangat penting karena akan membantu mengurangi masalah kekurangan air pada musim tertentu. Air yang ada di penampungan tersebut akan sangat dibutuhkan saat musim kemarau.

“Menghemat dan mengendalikan penggunaan air, pengelolaan kualitas air, pengendalian pencemaran, serta sosialisasi juga sangat penting dalam mengatasi pemasalahan sumber daya air,” jelasnya.

L Kusuma Wijaya menambahkan, selain memberikan manfaat bagi kehidupan, sumber daya air juga sering menimbulkan persoalan. Seperti menimbulkan banjir, genangan, maupun tanah longsor.

“Karena itu, perlu dilakukan pengendalian daya rusak air secara menyeluruh meliputi upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan air,” katanya. (lil)

 

 

Editor : Haliludin