LombokPost-Sejumlah wilayah di Bumi Gora masih belum memiliki akses komunikasi dan informasi atau blank spot. “Kalau blank spot, memang kita punya titik di Kabupaten Bima, kemudian di Sumbawa juga, di Lombok Utara dan di Lombok Timur,” terang Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Najamuddin Amy, Kamis (20/2).
Ia mengakui blank spot telah menjadi isu nasional. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Iqbal menceritakan saat masa kampanye banyak menemui daerah blank spot di NTB. Dibutuhkan peningkatan konektivitas internet untuk mendukung program prioritas, khususnya pariwisata di NTB. Gubernur meminta agar kondisi ini menjadi perhatian kementerian.
Iqbal juga berbicara dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi Ismail yang merupakan putra asal Bumi Gora. Najamuddin berharap pemerintah pusat membantu peningkatan konektivitas dan penguatan ekosistem digital di NTB, setidaknya mengurangi jumlah wilayah blank spot.
Ia memandang ada tiga prioritas dalam pengentasan blank spot. Pertama, daerah yang memiliki SD Filial, sekolah bagian dari sekolah induknya. Sekolah filial biasanya didirikan untuk mengakomodasi kebutuhan anak-anak di wilayah tertentu.
“Ada beberapa tempat di NTB yang memiliki SD, SMP Satu Atap, dengan segala kekurangannya, ini biasanya ada di atas gunung,” ujarnya.
Kedua, fasilitas kesehatan di daerah terpencil yang hanya memiliki puskesmas pembantu (pustu) dan Poliklinik Kesehatan Desa (Polindes). “Adanya pustu dan polindes ini memang susah internetnya,” kata Najam.
Terakhir, destinasi wisata. Misalnya di Desa Wisata Tetebatu di Lombok Timur yang juga butuh penguatan konektivitas. Karenanya, Najam meminta semua kepala diskominfo 10 kabupaten/kota proaktif menyampaikan rekomendasi dan laporan kepada kepala daerah masing-masing mengenai titik blank spot di wilayahnya.
“Nanti kita sama-sama ke Komdigi, kalau lemah sinyal apa penanggulangannya, apa cukup dengan provider, atau bagaimana nanti bahan diskusinya,” jelasnya.
Opsi solusi lain, yakni menggunakan Starlink. Pengadaannya dimungkinkan melalui APBD masing-masing. Najam mengklaim jumlah wilayah blank spot tinggal sedikit. “Kalau tidak tersentuh kabel fiber, hanya di daerah pegunungan saja. Kalau di Sumbawa karena topografinya luas, tinggal di daerah pegunungan saja. Kalau lemah sinyal tinggal dikuatkan,” tandasnya. (yun/r7)
Editor : Rury Anjas Andita