LombokPost-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melakukan persiapan jelang pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) ke Tanah Suci. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri melantik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, Selasa (22/4).
Bertempat di Aula Bir Ali II Asrama Haji NTB, pelantikan diikuti 83 PPIH yang berasal dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Pelantikan itu menandai persiapan akhir jelang pemberangkatan CJH Embarkasi Lombok.
"Saya yakin PPIH akan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji tahun ini," kata Umi Dinda, sapaan karib Indah Dhamayanti Putri dalam sambutannya.
PPIH yang akan mendampingi para CJH di setiap kelompok penerbangan (kloter) punya peran penting dalam sahnya rukun haji bagi jamaah. Karena selain mendampingi, PPIH juga membina, dan melayani jemaah haji mulai dari keberangkatan di Lombok, selama perjalanan ke Arab Saudi, hingga kepulangan ke Tanah Air. Tugas-tugas tersebut meliputi pembinaan, pelayanan umum, bimbingan ibadah, pelayanan kesehatan, dan perlindungan jemaah.
"Tugas PPIH ini sangat mulia. Karena memfasilitasi pelaksanaan rukun haji sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah haji sesuai syariat. Maka saya minta ketulusan hati untuk melayani jamaah haji dengan baik," paparnya.
Lebih jauh, Umi Dinda juga berharap Embarkasi Lombok bisa diberi tambahan kuota ke depan. Khususnya bagi CJH kalangan lanjut usia (lansia). Sebab daftar antrean masih panjang. Sementara kuota sangat terbatas. Musim haji tahun ini NTB kebagian 4.499 kuota haji reguler.
"Apalagi ada rencana pemberlakukan batasan usia calon jamaah haji. Maka tidak salah kita berharap ada penambahan kuota haji asal NTB," papar mantan Bupati Bima dua periode itu.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB Zamroni Aziz menyampaikan Embarkasi Lombok telah dinobatkan sebagai salah satu embarkasi terbaik dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji. Nah, PPIH punya peran strategis untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. "Semoga tahun ini penyelenggaraan semakin lebih baik lagi," ujar Zamroni.
Dia optimistis, pelayanan tahun ini akan lebih maksimal lagi. Apalagi dengan dukungan penuh dari Pemprov NTB. Disampaikan, ada beberapa inovasi yang diterapkan tahun ini. "Terobosan ini adalah hasil evaluasi kami dalam penyelenggaraan haji tahun sebelumnya," jelasnya.
Inovasi yang dilakukan berupa live streaming aktivitas CJH. Mulai dari kedatangan CJH di asrama haji sampai pemberangkatan ke Bandara Internasional Lombok (BIL). Semua dilakukan secara live streaming. "Agar ini bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat NTB," sambungnya.
Menurutnya, terobosan itu lakukan sebagai bahan evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Bahwa sudah menjadi kebiasaan para jamaah diantar oleh para kerabatnya. Satu orang CJH diantar oleh puluhan kerabat dengan menggunakan puluhan kendaraan. Hal itu menimbulkan macet di depan Asrama Haji.
"Dan ini bagian dari tradisi yang tidak bisa dihindari. Tapi bisa diantisipasi untuk meminimalisir bagaimana agar tidak terlalu banyak pengantar. Makanya warga dan kerabat jemaah bisa menyaksikan lewat HP di rumahnya," papar Zamroni.
Area di dalam asrama haji juga harus steril. Yang bisa masuk hanya rombongan CJH dan petugas khusus yang diizinkan petugas. Sedangkan para kerabat cukup mengantar sampai di depan gerbang asrama haji. Sehingga jamaah bisa istirahat sambil dikontrol kesehatannya oleh petugas medis. "Karena perjalanan jauh jadi butuh persiapan. Bayangkan 10-11 jam dari Lombok ke Arab Saudi," paparnya.
Agar asrama haji tetap steril, Kanwil Kemenag NTB sudah menyiapkan tim keamanan. Termasuk dengan melibatkan TNI/Polri dan Satpol PP. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Mataram dan lingkungan kelurahan di sekitar Asrama Haji. "Ini untuk mengantisipasi kalau ada rombongan yang bangun tenda karena menunggu keluarganya sampai berangkat. Mungkin bisa diakomodir dan disiapkan tempat sesuai aturan," imbuhnya.
Inovasi lainnya terkait dengan komitmen Kemenag untuk menyelenggarakan haji 2025 yang ramah lansia dan disabilitas. Sehingga pelaksanaan haji tidak hanya dilakukan Kemenag. Tapi melibatkan lintas instansi. Termasuk dari tenaga kesehatan.
Untuk lansia, contohnya. Petugas akan memberikan layanan khusus. Termasuk layanan makan dan minum. Mereka yang tidak bisa mengambil sendiri makanannya akan diantarkan makanan ke kamar-kamar hotel. "Kami akan bawa makanan ke kamar masing-masing. Ini demi pelayanan terbaik untuk lansia," tegas Zamroni.
Fasilitas lainnya berupa penyediaan kursi roda. Sarana ini untuk jemaah yang tidak mampu berjalan kaki. Sehingga ibadah di Tanah Suci tetap bisa berjalan sesuai rukun dan syariat haji.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Atasi Ketimpangan Pendidikan, NTB Usulkan Calon Lokasi ke Kemensos
Pelunasan Biaya Haji
Sementara, progres pelunasan biaya ibadah haji CJH reguler terus bertambah. Selama pelunasan tahap dua dibuka, sudah ada penambahan 23 CJH yang melunasi. Sehingga total keseluruhan CJH reguler yang sudah lunas mencapai 4.284 CJH dari total 4.499 orang. Atau kuota reguler tersisa 215 orang. Dengan demikian progresnya sudah mencapai 95,22 persen.
Sebelumnya, saat penutupan tahap pertama 17 April lalu, jumlah yang melunasi sebanyak 4.261 orang. "Sudah ada tambahan. Progresnya terus meningkat," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB Lalu Muhammad Amin.
Selain CJH reguler, CJH cadangan yang melunasi BPIH juga bertambah. Dari sebelumnya 617 orang, kini menjadi 629 orang. Sehingga dari total 1.350 kuota cadangan, progres sudah mencapai 46,59 persen atau kurang 721 orang. "Kita tunggu saja sampai batas waktu perpanjangan pelunasan ditutup 25 April nanti," ujar Amin.
Sementara itu, permintaan penambahan kuota haji yang diungkapkan Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri ditanggapi langsung oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelengaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Nugraha Stiawan.
Disampaikan, penambahan kuota jamaah haji sampai saat ini belum ada informasi. Sehingga pihaknya belum bisa menjawab dengan pasti. "Ini belum bisa saya sampaikan. Apakah ada tambahan kuota atau tidak," ujar Nugraha.
Menurutnya, pembagian kuota yang dilakukan Kemenag RI dilakukan berdasarkan regulasi yang ada. Yaitu sesuai dengan jumlah penduduk dan nomor antrean di setiap provinsi. Secara nasional, ujar dia, animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima itu sangat tinggi.
Sampai saat ini jumlah waiting list sudah sampai 5 juta. Sementara kuota yang diberikan Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia juga terbatas. "Tentu di setiap provinsi harapannya sama, yaitu penambahan kuota. Termasuk untuk NTB saya belum bisa pastikan," ujar Nugraha. (mar/r3)
Editor : Prihadi Zoldic