Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada PMK! Pemprov NTB Sebar 140 Ribu Dosis Vaksin ke Kabupaten dan Kota

Yuyun Kutari • Jumat, 16 Mei 2025 | 11:17 WIB
MASIH JADI PERHATIAN: Kesehatan sapi di NTB masih diupayakan untuk dijaga dari serangan virus PMK, dengan terus dilakukan vaksinasi dan pengawasan.
MASIH JADI PERHATIAN: Kesehatan sapi di NTB masih diupayakan untuk dijaga dari serangan virus PMK, dengan terus dilakukan vaksinasi dan pengawasan.

Lombok Post--Pemprov NTB masih mewaspadai kondisi kesehatan sapi jelang Idul Adha.

Hal ini menyusul temuan belasan ekor sapi di Dusun Karang Ide I, Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, yang menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Memang ada laporan PMK menjangkiti 15 ekor sapi, tapi Alhamdulillah sudah terselesaikan sekitar dua hari lalu. Sekarang tinggal tiga ekor yang masih bergejala,” kata Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Ahmad Masyhuri, Kamis (15/5).

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik.

Ketika ada laporan gejala PMK, tim kabupaten dan kota langsung turun melakukan penanganan.

“Tidak usah khawatir. Contohnya sapi di Lombok Tengah itu, begitu ada laporan langsung ditangani,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Cuma PPS, Ini Daerah Lain di NTB yang Berpotensi Mekar Jika Moratorium DOB Dibuka

Petugas sudah mengenali gejala PMK, seperti demam tinggi, luka lepuh pada mulut, lidah, dan kuku, air liur berlebihan, penurunan nafsu makan, serta kesulitan berjalan atau berdiri.

"Ketika diketahui gejalanya, langsung diberi obat. Karena ini virus, sebisa mungkin kita bangun dulu sistem imun sapinya. Kita beri vaksin dan vitamin," jelas Masyhuri.

Hingga kini, pemprov bersama instansi terkait terus berupaya mengendalikan dan anggota PMK guna meminimalkan kerugian ekonomi serta menjaga kesehatan ternak.

Baca Juga: Dispar Lobar Beri Pelatihan kepada Pedagang Kebon Ayu

Salah satunya melalui vaksinasi massal.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mendistribusikan 140 ribu vaksin PMK ke NTB dari total kebutuhan 280 ribu dosis. Sisa vaksin akan dikirimkan kembali pada Oktober mendatang.

“Semuanya sudah kami bagikan ke seluruh kabupaten dan kota,” jelasnya.

Disnakeswan NTB juga mengimbau agar hewan terjangkit dipisahkan dari ternak sehat untuk mencegah penularan.

Masyhuri mengingatkan, virus PMK dapat bertahan lama di tubuh hewan meski secara fisik terlihat sembuh.

“Virus PMK ini bisa bertahan sampai dua tahun. Makanya kita imbau untuk rajin membersihkan kandang, serta memberi vaksin dan vitamin secara teratur,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah M Kamrin memastikan penghentian rutin melakukan pemeriksaan hewan kurban sesuai standar operasional.

Baca Juga: Rinjani Gunung yang Ekstrem, BTNGR Mantapkan Sarana Keselamatan agar Tak Jatuh Korban Lagi

Ia menegaskan, ternak kurban asal Lombok Tengah dipastikan bebas PMK.

“Pemeriksaan tetap dilaksanakan, baik sebelum maupun setelah dipotong,” jelasnya. (yun/r7)

Editor : Kimda Farida
#Vaksin #Penyakit Mulut dan Kaki #sapi #NTB #IDUL ADHA