Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alhamdulillah Seluruh JCH Embarkasi Lombok Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Yuyun Kutari • Sabtu, 17 Mei 2025 | 12:14 WIB
Seorang JCH dari Kloter 12 yang termasuk jamaah prioritas lansia, dibantu petugas menyiapkan dokumen keberangkatan, saat pelepasan di aula BIR ALI 1 UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Jumat (16/5)
Seorang JCH dari Kloter 12 yang termasuk jamaah prioritas lansia, dibantu petugas menyiapkan dokumen keberangkatan, saat pelepasan di aula BIR ALI 1 UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Jumat (16/5)

LombokPost - Ratusan Jamaah Calon Haji (JCH) dari Lombok Barat, Sumbawa dan Dompu yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12 Embarkasi Lombok, telah diterbangkan menuju Tanah Suci, Sabtu dini hari pukul 01.10 Wita (17/5).

Keberangkatannya menjadi penanda bahwa seluruh JCH asal NTB sejumlah 4.499 orang bersiap menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025.

Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz merasa sangat bersyukur atas dukungan dan koordinasi dari semua pihak terkait, dalam mendukung pelaksanaan keberangkatan seluruh JCH.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah bersama-sama, saling bahu membahu dengan Kanwil Kemenag NTB, bersinergi dan saling mendukung untuk keberangkatan jamaah kita,” terangnya, saat temu media di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Jumat (16/5).

Meski proses keberangkatan selesai, tugas Kanwil Kemenag NTB tidak berhenti sampai di sini.

Pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh petugas haji yang berada di Arab Saudi, untuk memastikan kondisi JCH agar selama pelaksanaan ibadah merasa aman dan nyaman.

Zamroni mengingatkan kepada seluruh petugas haji, agar aktif dan intens menjalankan kewajibannya.

Apabila di lapangan, ditemui jamaah yang mengeluh, protes hingga menggerutu sekali pun, itu merupakan risiko yang harus dihadapi oleh seluruh petugas haji.

Kanwil Kemenag NTB menekankan kepada seluruh petugas haji yang menyertai jamaah atau petugas kloter untuk lebih maksimal berkomunikasi dengan sektor yang ada, termasuk PPIH Arab Saudi sehingga apapun kendala yang ada di lapangan, bisa mendapatkan solusi dan terselesaikan dengan baik.

“Kita sama-sama berdoa, agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini lancar dan jamaah asal NTB mendapat predikat haji mabrur dan haja mabrurah,” tandasnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB H Muhammad Amin mengingatkan jamaah agar tetap fokus pada ibadah dan memperhatikan waktu saat mereka berada di Tanah Suci.

Penggunaan telepon genggam diharapkan diminimalisir, terutama saat beribadah, karena bisa mengurangi kekhusyukan dan memanfaatkan waktu untuk berdoa dan berzikir, mengingat kesempatan ini sangat berharga.

“Ini adalah kesempatan yang berharga, kita manfaatkan untuk beribadah mantap kepada Allah SWT,” terangnya.

Sejalan dengan Zamroni, Amin juga mengajak jamaah untuk aktif berkomunikasi dengan petugas haji jika mereka memerlukan bantuan. Apabil ada hal yang dibutuhkan, jangan ragu untuk memintanya kepada petugas haji.

“Mereka hadir untuk membantu dan memastikan kenyamanan selama perjalanan ibadah, dan mudah-mudahan seluruh jamaah bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kerja Tim 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram dr Ferry Wardhana mengatakan dari total 4.499 JCH asal NTB, sebanyak 409 jamaah yang dilakukan observasi lebih lanjut di Poliklinik BKK Mataram berlokasi di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Rinciannya, laki-laki 162 orang, perempuan 247 orang. Kemudian usia terbanyak di atas 60 tahun ada 262 orang, 50 – 59 tahun 90 orang, 40 – 49 tahun 52 orang, dan di bawah 40 tahun ada lima orang.

“Kami lanjutkan periksa kesehatan mereka di poliklinik, penyakit terbanyak mual muntah atau mabuk perjalanan, gangguan pernafasan, diabetes, hingga hipertensi,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 16 jamaah yang dirujuk ke rumah sakit. Empat jamaah ke rumah sakit jiwa (RSJ) Mutiara Sukma dan 12 jamaah lainnya ke RSUD NTB.

“Dari pemeriksaan ini, dua meninggal dunia di RSUD NTB dan lima gagal berangkat haji tahun ini, dan diganti dengan jamaah cadangan,” kata dr Ferry.

Rincian lima jamaah gagal berangkat itu, dua jamaah menderita TBC, satu jamaah sedang hamil, serta dua jamaah lainnya mengalami infeksi paru berat yang tidak memungkinkan mereka menjalani ibadah haji tahun ini.

Sehingga keberangkatan mereka direncanakan kembali tahun depan.

Sementara itu, kondisi kesehatan jamaah di Arab Saudi terus dipantau oleh petugas.

Sebelumnya, telah dilaporkan seorang jamaah meninggal dunia karena TBC, kemudian saat ini, sebanyak 7 jamaah menjalani perawatan intensif.

“Lima orang dirawat di RS Mekkah karena dua orang menderita sakit jantung dan tiga orang menderita sakit paru-paru, sedangkan di Madinah ada dua orang dirawat karena paru-paru dan dimensia,” terangnya.

Saat ini, Arab Saudi sedang memasuki puncak musim panas. Informasi yang diterimanya, cuaca pada siang hari mencapai 40 – 42 derajat celcius. Ini jelas mempengaruhi kondisi kesehatan jamaah.

Saat ini, ada jamaah asal NTB yang masuk RS karena sakit paru-paru, itu disebabkan udara sangat panas berdebu, akhirnya mereka batuk.

“Nah, batuk inilah yang menyebabkan mereka mengalami sakit paru-paru, di tambah karena panas dan jarang mau minum sehingga ada yang dehidrasi, apalagi mereka rata-rata lansia,” kata dr Ferry.

Dengan segala keterbatasan, pihaknya sudah meminta petugas kesehatan untuk saling berkoordinasi.

“Kami sudah berikan daftar penyakit yang mendominasi dan nama-nama jamaah risti, ini terus dilakukan pemantauan,” tandasnya. (yun)

 

Editor : Kimda Farida
#kesehatan haji #Haji #Embarkasi lombok #kloter haji #jamaah calon haji (jch) #Kemenag NTB #NTB