Walaupun Ketua DPD I Partai Golkar NTB H Mohan Roliskana optimis untuk terpilih secara aklamasi karena 10 Ketua DPD II Golkar di NTB telah melayangkan surat rekomendasi dukungan untuknya ke DPP., termasuk Ketua DPD II partai Golkar Kabupaten Bima Indah Dhamayanti Putri, namun banyak yang menilai Musda Golkar NTB 24 Mei mendatang akan berlangsung dinamis.
Pasalnya, rekam jejak setiap partai beringin ini mengelar Musda, selalu saja ada kejutan yang tak disangka-sangka.
Masih terekam jelas dalam ingatan saat Musda DPD Partai Golkar NTB di Tahun 2021 yang digelar di Hotel Santika Mataram.
Dimana sebanyak 9 Suara DPD kabupaten/kota saat itu mendukung Suhaili FT kembali menahkodai Golkar NTB.
Para Ketua DPD II ini bahkan sampai ke Jakarta untuk menghadap DPP dan menyerahkan surat dukungan mereka untuk Suhaili.
Namun apa yang terjadi, tiba-tiba Mohan yang hanya mendapat dukungan dari DPD II Kota Mataram muncul sebagai kuda hitam, dan menang secara aklamasi di Musda periode lalu.
Itu sebabnya, sejumlah pengamat politik mulai meragukan keterpilinan Mohan secara aklamasi di Musda Golkar akhir bulan ini.
Keraguan ini salah satunya muncul dari pengamat politik NTB Dr Ihsan Hamid.
Dia tak ingin sepenuhnya meyakini kepastian yang disampaikan Mohan yang katanya sudah mendapat dukungan dari 10 Ketua DPD kabupaten/kota.
Menurutnya, adanya Indah Dhamayanti Putri tetap menjadi potensi Musda Golkar NTB tahun ini akan sangat dinamis.
Ihsan menegaskan jika Wakil Gubernur NTB itu menjadi juru kunci.
Kendati sudah dapat dipastikan Indah Dhamayanti Putri memberikan dukungan pada Mohan, namun Ihsan juga menilai jika saat ini Dinda tengah dalam mode wait and see.
Sebagai politikus, Dinda bisa saja bermanuver di menit-menit terakhir.
“Jadi sampai kita dengar statement langsung beliau mendukung Mohan di Musda nanti, kita masih menduga akan ada manuver atau kemungkinannya untuk maju,” nilai Ihsan.
Lantas bagaimana sikap Dinda menjelang Musda Golkar NTB yang tinggal beberapa hari ini?
Namun lagi-lagi, mantan Bupati Kabupaten Bima yang akrab disapa Dinda ini, menjawab dengan bahasa yang sama, tidak akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar NTB sambil menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait pelaksanaan Musda ini.
"Saya rasa sudah saya jawab, masih menunggu arahan DPP (Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar)," kata Dinda ketika dicegat wartawan Jumat (16/5/2025).
Nama Dinda masuk dalam salah satu bursa calon ketua DPD I Golkar NTB, mengingat posisinya sebagai Wakil Gubernur NTB.
Sebelumnya rumor sempat berkembang, politisi perempuan yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB ini dikabarkan akan membuat kejutan di menit terakhir.
Pasalnya di Musda inilah kesempatan bagi Dinda, melakukan manuver demi kepentingan Pemilihan Gubernur Periode 2030-2035.
Tapi apa mau dikata, Dinda kurang berani terbuka ketika ditanya soal kemungkinan dirinya maju dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB. Dinda selalu menjawab pertanyaan awak media dengan bahasa yang pendek ketika dikonfirmasi soal ini. Seolah sangat berhati-hati mengeluarkan pandangan demi menjaga hubungan baiknya dengan Mohan.
Maklum saja, untuk saat ini Ketua DPD Golkar yang berhasil memegang jabatan poliik sebagai kepala daerah hanya Mohan dan Dinda. Sehingga semua pihak menilai persaingan diantara keduanya pasti muncul pada Musda kali ini, untuk menentukan siapa yang layak memimpin Golkar NTB kedepannya.
Tapi melihat gelagat Dinda yang selalu bicara mendukung Mohan membuat potensi aklamasi pada Musda Golkar NTB semakin jelas di depan mata.
"Saya lihat dulu nantinya, saya belum bisa memberikan komentar, yang terpenting kita berharap Musda berjalan lancar," jawab Dinda ketika ditanya wartawan soal potensi Mohan menang secara aklamasi.
Editor : Siti Aeny Maryam