Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mana yang Paling Ditunggu Warga Kalau NTB Punya Transportasi Modern, Pilih Jalan Tol, Kereta Gantung, atau Kereta Api, Ini Plus Minusnya

Nurul Hidayati • Minggu, 8 Juni 2025 | 19:22 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Semua daerah tentunya ingin bisa menghadirkan transportasi modern yang bisa memudahkan dalam transportasi.

Begitu pun Provinsi NTB tentunya ingin bersolek megah menghadirkan transportasi modern tersebut.

Seperti apa sih transportasi yang diinginkan warga Provinsi NTB.

Coba kita ulas dari Jalan Tol, Kereta Gantung, Kereta Api yang bisa mengubah wajah transportasi NTB. Bagaimana Plus Minusnya?

Seiring dengan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi, pemerintah daerah, dengan dukungan pusat dan investor, dalam mewujudkan impian konektivitas modern melalui di beberapa titik strategis.

Jalan Tol memiliki akses cepat ke destinasi utama.

Wacana pembangunan jalan tol dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Kayangan menjadi salah satu yang dilirik pemerintah untuk mendukung transportasi

Plus:

Aksesibilitas Cepat: Mempersingkat waktu tempuh secara signifikan, sangat vital untuk pengembangan pariwisata dan konektivitas antar wilayah.

Peningkatan Investasi: Memudahkan akses bagi investor untuk mengembangkan kawasan industri atau pariwisata baru.

Pengurangan Beban Jalan Arteri: Mengalihkan lalu lintas jarak jauh sehingga mengurangi kepadatan di jalan-jalan lokal.

Peningkatan Keselamatan: Jalan tol dirancang dengan standar keamanan lebih tinggi dibandingkan jalan biasa.

Minus:

Biaya Mahal: Konstruksi jalan tol memerlukan biaya besar dan biasanya dibiayai melalui skema tarif yang mungkin memberatkan sebagian pengguna.

Potensi Pembebasan Lahan: Sama seperti kereta api, membutuhkan pembebasan lahan yang adil dan transparan.

Pembatasan Akses Lokal: Terkadang jalan tol dapat membatasi akses masyarakat lokal ke area tertentu jika tidak disediakan interchange yang memadai.

Ketergantungan pada Kendaraan Pribadi: Meskipun mempercepat, tetap mendorong penggunaan kendaraan pribadi yang berkontribusi pada emisi.

Kereta Gantung Sebagai Daya Tarik Wisata dan Akses Ekstrem

Ide pembangunan kereta gantung, terutama di kawasan pegunungan atau menuju objek wisata yang sulit dijangkau seperti Rinjani atau bukit-bukit di Lombok bagian selatan, juga mulai banyak dibahas.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Plus:

Daya Tarik Wisata: Menjadi atraksi baru yang unik, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Aksesibilitas ke Lokasi Sulit: Mempermudah akses ke puncak gunung atau area terpencil yang sebelumnya hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki atau kendaraan khusus.

Pemandangan Indah: Menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan dari ketinggian.

Minimal Dampak Lahan: Jejak fisik di darat relatif kecil dibandingkan jalan raya atau rel kereta.

Minus:

Keterbatasan Kapasitas: Kapasitas angkut penumpang relatif terbatas dibandingkan kereta api atau tol.

Sensitif Terhadap Cuaca: Operasional bisa terganggu atau dihentikan total saat cuaca buruk (angin kencang, petir).

Biaya Konstruksi dan Pemeliharaan Tinggi: Membangun instalasi kereta gantung di medan sulit memerlukan biaya besar, begitu juga dengan pemeliharaan rutin.

Isu Keselamatan: Meskipun jarang, insiden kecil bisa menimbulkan kepanikan dan mengancam reputasi pariwisata jika tidak dioperasikan dengan standar keamanan tertinggi.

Mana yang Paling Ditunggu Warga Kalau NTB Punya Transportasi Modern, Pilih Jalan Tol, Kereta Gantung, atau Kereta Api
Mana yang Paling Ditunggu Warga Kalau NTB Punya Transportasi Modern, Pilih Jalan Tol, Kereta Gantung, atau Kereta Api

Dampak Visual: Beberapa pihak mungkin menganggap struktur kereta gantung dapat merusak estetika alam.

Kereta Api Bisa Dipertimbangkan Untuk Menghubungkan Pulau dari Ujung ke Ujung

Kalau ada kereta api dengan jarak tempuh yang tepat waktu, tanpa ada hambatan.

Kereta api menjadi salah satu tranportasi yang banyak diminati di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang menghubungkan antar daerah. 

Kalau ada di Provinsi NTB menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bagaimana ya?

Plus:

Efisiensi Angkutan Barang dan Penumpang: Kereta api akan menjadi tulang punggung logistik, mempercepat distribusi komoditas pertanian dan hasil tambang, serta menawarkan moda transportasi massal yang efisien bagi penduduk lokal dan wisatawan.

Pengurangan Kemacetan: Mengurangi volume kendaraan pribadi dan truk di jalan raya, terutama di kota-kota padat seperti Mataram dan sekitarnya.

Ramah Lingkungan: Relatif lebih rendah emisi karbon per penumpang/ton barang dibandingkan transportasi darat lainnya.

Peningkatan Pariwisata: Mempermudah akses ke berbagai destinasi wisata, terutama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih dari satu wilayah.

Minus:

Biaya Investasi Tinggi: Pembangunan infrastruktur kereta api memerlukan dana yang sangat besar untuk pembebasan lahan, konstruksi rel, stasiun, hingga pengadaan armada.

Dampak Sosial: Potensi pembebasan lahan yang dapat menimbulkan konflik sosial jika tidak dikelola dengan baik.

Gangguan Lingkungan: Pembangunan jalur dapat mengganggu ekosistem alam, terutama jika melintasi kawasan hutan atau lahan produktif.

Pemeliharaan Intensif: Operasional dan pemeliharaan jalur serta sarana kereta api membutuhkan biaya dan keahlian khusus yang berkelanjutan.

Pengembangan infrastruktur transportasi modern ini tentunya membawa harapan besar bagi NTB untuk menjadi provinsi yang lebih maju dan terkoneksi.

Namun, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari pembiayaan, pembebasan lahan yang adil, mitigasi dampak lingkungan, hingga pengelolaan operasional dan pemeliharaan yang berkelanjutan.

Partisipasi publik dan transparansi dalam setiap tahapan proyek akan menjadi kunci sukses demi mewujudkan NTB yang lebih sejahtera dan terhubung.

Editor : Kimda Farida
#Kereta Gantung #transportasi #kereta api #jalan tol #NTB #modern #Lombok