LOMBOK POST - Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 NTB akan berlangsung mulai 26 Juli – 1 Agustus nanti. Event nasional ini merupakan momentum yang penting bagi Pemprov NTB.
Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi mengatakan, perhelatan FORNAS VIII di Bumi Gora bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. “Kita ingin terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB diatas 5,57 persen untuk sektor diluar tambang saat ini di tengah segala keterbatasan fiskal yang kita miliki,” terangnya, Kamis (24/7).
Pemprov pada tahun 2025, telah mengalokasikan berbagai program pro-rakyat yang mencakup sekitar 48,34 persen dari total APBD. Alokasi ini merupakan bentuk komitmen dalam menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak di berbagai sektor.
Namun demikian, pemprov juga memerlukan langkah-langkah percepatan melalui kegiatan yang berdampak besar langsung terhadap masyarakat.
“Kita membutuhkan penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan,” jelasnya.
Salah satu peluang besar yang ada di depan mata adalah pelaksanaan FORNAS VIII Tahun 2025 yang diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 18.000 peserta dan pengunjung.
Tak hanya itu, pada Oktober nanti NTB juga akan menjadi tuan rumah MotoGP serta berbagai event nasional dan internasional lainnya yang akan berlangsung hingga akhir tahun.
Menurut Yusron, ini juga merupakan momentum strategis untuk mempromosikan daerah dan memperkuat sektor ekonomi kreatif serta pariwisata.
“Perlu kita ingat, Provinsi NTB juga, insyaAllah, akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Event ini akan menjadi ajang pembelajaran sekaligus uji kesiapan kita dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga berskala besar, serta memperkuat infrastruktur dan kapasitas daerah,” tegas mantan Plt Kepala BKD NTB tersebut.
Pemprov NTB menegaskan bahwa pelaksanaan FORNAS VIII Tahun 2025 tidak menyebabkan pemborosan anggaran. Sebaliknya, event berskala nasional ini diyakini memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB tahun 2025 tercatat sebesar lebih dari Rp 6,2 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48,34 persen dialokasikan untuk mendanai berbagai program pembangunan di luar belanja operasional dan gaji pegawai.Anggaran pembangunan tersebut dibagi secara proporsional ke sejumlah sektor prioritas, yakni pendidikan sebesar 34,54 persen, kesehatan 24,14 persen, dan infrastruktur 41,32 persen.
Pemprov NTB memastikan seluruh alokasi anggaran telah disusun sesuai dengan kebutuhan dan grand desain pembangunan daerah. Sementara itu, penyelenggaraan FORNAS diyakini memberikan dampak sosial ekonomi yang jauh lebih besar dari anggaran yang digunakan.
Pemprov NTB memproyeksikan potensi perputaran ekonomi lokal selama event tersebut berlangsung bisa mencapai Rp 100 hingga Rp 130 miliar.
“Pelaku transportasi, penginapan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif akan menerima manfaat langsung dari event ini. Strategi ini memungkinkan program prioritas pembangunan tetap berjalan sambil mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terang Yusron.
Di kesempatan itu, Yusron membantah kabar yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan FORNAS minim melibatkan masyarakat lokal. Sebaliknya, sejak awal, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan melibatkan lebih dari 90 persen vendor lokal.
“Bagaimana mungkin kegiatan ini bisa berjalan tanpa melibatkan masyarakat? Sejak kedatangan peserta, mereka menginap, makan, berbelanja, berwisata, semua itu langsung bersentuhan dengan masyarakat kita,” tegasnya.
Dampak positif penyelenggaraan FORNAS VIII sudah dirasakan oleh berbagai sektor, seperti transportasi, penginapan, konsumsi, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.
Tak hanya itu, pelibatan masyarakat juga mencakup peran aktif mahasiswa dan komunitas lokal yang bergabung sebagai relawan, dalam berbagai rangkaian kegiatan. Mereka dilibatkan dalam acara pembukaan dan penutupan, serta menjadi bagian dari pelaksanaan berbagai induk organisasi olahraga (Inorga) yang dipertandingkan.
“Banyak mahasiswa kita dilibatkan sebagai volunter dan komunitas yang bisa ikutserta dalam rangkaian kegiatan seperti pembukaan atau penutupan maupun menjadi bagian dari inorga yang dilombakan,” tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji