Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Halal Lifestyle Resmi Terbentuk, Apresiasi atas Predikat Destinasi Wisata Halal Dunia

Hamdani Wathoni • Kamis, 31 Juli 2025 | 20:00 WIB
RESMI TERBENTUK: Lombok Halal Lifestyle (LHL), sebuah wadah baru yang digagas untuk mendorong gaya hidup halal dalam sektor pariwisata NTB.
RESMI TERBENTUK: Lombok Halal Lifestyle (LHL), sebuah wadah baru yang digagas untuk mendorong gaya hidup halal dalam sektor pariwisata NTB.

LombokPost – Komitmen untuk memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata halal dunia kembali ditegaskan. Kali ini lewat terbentuknya Lombok Halal Lifestyle (LHL), sebuah wadah baru yang digagas untuk mendorong gaya hidup halal dalam sektor pariwisata NTB.

LHL resmi terbentuk dan diketuai oleh Haji Hadi Faishal, SH, yang juga Ketua PHRI NTB sekaligus mantan anggota DPRD NTB. Pembentukan LHL tak lepas dari semangat mempertahankan prestasi Lombok yang pernah menyabet gelar World Best Halal Tourism Destination.

“Ini bentuk apresiasi atas capaian besar Lombok di kancah dunia. Kita pernah menjadi juara mengalahkan destinasi besar seperti Abu Dhabi, Istanbul, dan Kuala Lumpur,” ujar Haji Hadi, Kamis (31/7).

Sebagai informasi, Lombok berhasil meraih posisi puncak pada ajang pariwisata halal dunia, unggul dari Abu Dhabi (posisi 2), Istanbul (6), dan Kuala Lumpur (7). Keberhasilan ini lahir dari proses panjang, mulai dari diskusi nasional bersama Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB, MUI, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Keberhasilan itu bahkan ditindaklanjuti dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata Halal oleh Pemprov NTB.

Wakil Ketua Umum DPP ASITA, Dewantoro Umbu Joka SH, didapuk menjadi Sekretaris LHL. Sementara posisi bendahara dipercayakan kepada Alfian Yusni. Keduanya menyatakan dukungan penuh atas terbentuknya wadah ini.

“Ini bukan sekadar nama. Tapi ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai gaya hidup halal yang sebenarnya sangat universal: sehat, bersih, dan nyaman,” ujar Dewantoro.

Halal lifestyle, ditegaskannya, bukan bentuk pemaksaan. Wisatawan tetap memiliki pilihan. “Silakan saja wisatawan memilih, mau wisata halal atau konvensional. Tapi yang jelas, Lombok siap dengan dua-duanya,” tambahnya.

Menurutnya, tren halal lifestyle kini tidak hanya digemari wisatawan muslim, namun juga menarik perhatian wisatawan mancanegara dari latar belakang berbeda. “Karena pada dasarnya, halal itu tentang kualitas dan kenyamanan. Dan itu bisa dinikmati semua orang,” ujarnya.

LHL ke depan diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk mendorong promosi dan implementasi wisata halal secara lebih inklusif dan elegan. (ton)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Halal Award #bppd #asita #NTB #Halal Tourism #Lombok