LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah melayangkan surat kepada Kementerian ESDM. Isinya untuk meminta relaksasi ekspor konsentrat PT AMNT, menyusul pertumbuhan ekonomi NTB yang negatif.
Namun hingga saat ini, permintaan relaksasi tersebut belum disetujui. “Menurut penilaian pemerintah pusat, kondisi yang dialami AMNT belum memenuhi kriteria force majeure atau kahar, seperti yang pernah terjadi pada PT Freeport Indonesia (PTFI),” terang Plt Kepala Dinas ESDM NTB H Wirawan Ahmad, Senin (25/8).
Unit pengolahan dan pemurnian mineral mentah (smelter) milik PTFI di Gresik mengalami kebakaran, pada Oktober 2024 lalu.
Mempertimbangkan keadaan tersebut, Kementerian ESDM mengeluarkan kebijakan memperpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga untuk PTFI hingga Juni 2025 lalu.
Sementara kondisi smelter PT AMNT saat ini bukan akibat gangguan bencana atau kejadian luar biasa. Melainkan karena proses operasional yang belum mencapai kapasitas penuh.
Warning Kemendagri berkaitan dengan minusnya pertumbuhan ekonomi NTB, ternyata tidak bisa dijadikan pertimbangan.
“Dalam penilaian relaksasi ekspor belum memenuhi kriteria kahar atau force majeure seperti yang terjadi seperti di Freeport, dimana kebakaran menghentikan hampir seluruh proses produksinya,” terangnya.
Kendati demikian, Pemprov NTB tetap aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mendorong agar relaksasi dapat diberikan.
Hal ini penting untuk mencegah dampak lebih lanjut dari penghentian ekspor terhadap ekonomi daerah.
Ekonomi NTB telah mengalami kontraksi dalam dua triwulan akibat turunnya kontribusi sektor pertambangan. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I 2025 mengalami kontraksi, secara tahunan (y-on-y) minus 1,47 persen. Berikutnya, pada triwulan II 2025 mengalami kontraksi sedalam minus 0,82 persen (y-on-y).
“Kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat mendorong terjadinya relaksasi itu,” jelas mantan Asisten III Setda NTB tersebut.
Pemprov juga terus mendorong PT AMNT mempercepat peningkatan kinerja fasilitas pengolahan dan pemurnian.
“Kalau sudah maksimal, nilai tambah dari pengolahan konsentrat menjadi logam akan memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi NTB agar bisa kembali normal,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memberi tanggapan positif terhadap harapan pemberian relaksasi ekspor konsentrat PT AMNT. Bahkan keinginan yang sama dari Pemprov NTB juga telah disampaikan ke Mendagri Tito Karnavian.
Ada janji upaya membantu berkomunikasi dengan Kementerian ESDM. Dilakukan sebagai salah satu cara mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB ke depan.
Editor : Akbar Sirinawa