LombokPost--Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menggelar kegiatan skrining kesehatan jiwa bagi seluruh pegawai, Selasa (14/10).
Kegiatan yang digelar di Aula Bhakti Husada, Dikes NTB itu merupakan rangkaian acara memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) yang diperingati setiap 10 Oktober.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Dikes NTB dengan Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) NTB.
Kepala Dikes NTB Dr. dr. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.
Kesehatan mental ini tidak kalah penting dibandingkan dengan kesehatan fisik.
“Seluruh pegawai diwajibkan mengikuti skrining kesehatan jiwa agar bisa segera diintervensi apabila ditemukan gejala gangguan,” ujar Dr. Fikri.
Melalui kegiatan tersebut, Dikes NTB berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.
Serta menciptakan atmosfer kerja yang lebih sehat, produktif, dan peduli terhadap kesejahteraan pegawai.
“Melalui kegiatan tersebut, ke depan diharapkan RSMS dapat memperluas skrining di dinas/instansi atau OPD lain,” ujar Dr Fikri.
Sementara itu, Direktur RSMS dr. Wiwin Nurhasida, berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh pegawai untuk berkonsultasi dengan para ahli.
Dalam kegiatan tersebut, pihak RSMS menghadirkan psikiater, psikolog, serta tenaga kesehatan lain yang berkompeten di bidang kesehatan jiwa.
“Masalah kesehatan jiwa bukanlah sesuatu yang perlu dikomentari, melainkan harus menjadi perhatian bersama. Hal ini sejalan dengan tema nasional HKJS tahun ini yakni Sehat Jiwa dalam Segala Kondisi,” ujar dr. Wiwin.
Tercatat, sebanyak 92 pegawai mengikuti skrining melalui Self Reporting Questionnaire (SRQ) secara daring, dan 6 orang secara luring.
Setelah mengisi kuesioner, peserta mendapatkan kesempatan untuk menjalani sesi konseling langsung dengan para ahli.
Serta pemeriksaan menggunakan alat Stress Analyzer yang disediakan oleh tim RSMS.
Secara umum, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental para pegawai dalam kategori normal.
Editor : Kimda Farida