LombokPost - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis keberlanjutan.
Melalui tim dosen dari Program Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana, UMMAT melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan di Pondok Pesantren Mu’alimin Muhammadiyah Boarding School (MBS) Narmada, Kabupaten Lombok Barat, berlangsung pada 20 September 2025 lalu.
"Kegiatan ini bertujuan membangun pondasi Sekolah Adiwiyata, yakni sekolah berbudaya lingkungan, melalui penguatan kapasitas guru dan pengurus pesantren," tegas Ketua Tim PKM UMMAT Prof Joni Safaat Adiansyah, Selasa (28/10).
Ia bersama anggota tim Dr Ibrahim, Dr Harry Irawan Johari, Dr Nurhayati, dan Dr Sukuryadi, saling menyelenggarakan kegiatan tersebut, diikuti 25 peserta yang terdiri atas mudir, kepala sekolah, dan para guru.
Menurut Prof Joni pelatihan ini merupakan langkah awal menjembatani kebijakan nasional Adiwiyata dengan realitas pendidikan di pesantren.
“Masih banyak guru yang belum memahami konsep Sekolah Adiwiyata. Melalui pelatihan singkat ini kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kesiapan institusi untuk bertransformasi menjadi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” terangnya.
Materi pelatihan mencakup konsep dan manfaat Adiwiyata, tahapan persiapan, pembentukan Tim Adiwiyata, penyusunan Rencana Kerja Lingkungan Sekolah (RKLS), serta strategi integrasi nilai lingkungan dalam kurikulum dan RPP.
Selain itu, tim UMMAT juga mengaitkan isu lingkungan dengan nilai-nilai keislaman tentang amanah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.
Pendekatan ini membuat para guru memaknai pelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari ibadah dan misi keumatan.
Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Seluruh peserta mampu menjelaskan empat komponen utama Adiwiyata mulai dari kebijakan sekolah, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, serta sarana dan prasarana ramah lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, pesantren berkomitmen melaksanakan tiga langkah prioritas. Pembentukan dan legalisasi Tim Adiwiyata. Integrasi tema lingkungan dalam lima mata pelajaran prioritas. Serta penerapan program pilah sampah serta komposting di lingkungan asrama.
Program ini mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMAT melalui hibah pengabdian internal tahun anggaran 2025.
Dengan pendampingan berkelanjutan dari tim UMMAT, MBS Narmada diharapkan menjadi model Sekolah Adiwiyata Pesantren pertama di NTB.
"Ini juga sekaligus wujud nyata kontribusi UMMAT dalam membangun ekosistem pendidikan yang religius, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan," pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam