LombokPost - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB memberikan perlindungan bagi mantan atau narapidana (napi).
Lembaga tersebut menggagas program baru, Warna Pas Academy.
Program ini agar setelah warga binaan kembali ke masyarakat sudah memiliki keterampilan.
Baca Juga: Disnakeswan Lotim Latih Napi Jadi Peternak Mandiri
”Ini program baru dalam pembinaan yang dirancang agar warga binaan tidak lagi kesulitan saat kembali ke masyarakat,” kata Kakanwil Ditjenpas NTB Anak Agung Gde Krisna saat launching program tersebut di Car Free Day di Jalan Udayana, Minggu (2/11).
Selama ini para warga binaan dilatih di dalam Lapas. Tetapi setelah keluar bingung untuk mencari pekerjaan.
”Lewat Warna Pas Academy, pembinaan dilakukan dengan sistem pembelajaran yang terukur dan berkelanjutan dapat memberikan harapan baru bagi mereka,” ujarnya.
Program Warna Pas Academy akan menerapkan sistem e-learning. Disusun dengan kurikulum dan modul berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
“Kami juga sudah melakukan penandatanganan MoU dengan para profesor, rektor, dan dekan, agar pembinaan ini berbasis pendidikan dan terukur,” jelasnya.
Melalui pembinaan itu, warga binaan diharapkan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang pelatihan. Program ini baru pertama kali dicetuskan di NTB.
”Kalau sukses di NTB, program ini akan menjadi pilot project dan akan diterapkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Anak Agung berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung program baru pembinaan warga binaan itu. “Harapannya, setelah keluar mereka bisa berpartisipasi kembali di tengah masyarakat,” harapnya.
Rektor Universitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo menyambut baik kerja sama Kanwil Ditjenpas NTB. “Mereka ini (warga binaan) anak bangsa yang juga punya kontribusi bagi kemajuan negara. Unram siap berkontribusi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka,” kata Bambang.
Menurutnya, warga binaan bukan semata-mata kelompok tanpa pendidikan, melainkan banyak yang memiliki latar belakang terdidik dan potensi besar. ”Setiap manusia punya potensi dan kemampuan untuk mandiri. Ada yang bisa bermusik, bernyanyi, atau membuat karya lain. Jadi kita harus optimis, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” sebutnya.
Bambang juga menegaskan, Unram siap membantu memasarkan produk-produk hasil karya warga binaan yang memiliki nilai jual. ”Kalau produk mereka layak dan butuh dukungan pemasaran, kami siap membantu,” tandasnya. (arl/r5)
Editor : Marthadi