Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Libatkan Kader Posyandu dalam Program Desa Berdaya,

Lombok Post Online • Kamis, 11 Desember 2025 | 15:26 WIB
POSYANDU: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP Posyandu NTB Sinta Agathia dan Kadis Kesehatan NTB dr Lalu Hamzi Fikri saat pertemuan kader Posyandu di Mataram, Selasa (9/12).
POSYANDU: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP Posyandu NTB Sinta Agathia dan Kadis Kesehatan NTB dr Lalu Hamzi Fikri saat pertemuan kader Posyandu di Mataram, Selasa (9/12).

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh kader Posyandu se-Provinsi NTB.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, para kader posyandu adalah the real pahlawan tanpa tanda jasa.

Mereka bukan sekadar pekerja sosial biasa, melainkan wujud keikhlasan yang tinggi yang memahami desa dan masyarakat lebih dalam dari pada siapapun.

Keberadaan kader Posyandu yang setiap saat berada di tengah masyarakat sangat berperan penting dalam mensukseskan berbagai program yang dilakukan pemerintah. 

Karena itu, Gubernur Miq Iqbal berpesan kepada kader Posyandu untuk ikut terlibat dalam program Desa Berdaya. Kader Posyandu akan memegang peran vital dalam proses verifikasi dan validasi data.

“Saya titipkan pendamping desa untuk ditemani oleh kader Posyandu. Berikan masukan, kritik, dan nasihat agar program ini berjalan sesuai kondisi desa,” kata Gubernur Iqbal saat menghadiri pertemuan akbar Kader Posyandu se-NTB di Mataram, Selasa (9/12).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Miq Iqbal memaparkan program Desa Berdaya Transformatif. Program tersebut adalah sebuah inisiatif besar Pemprov NTB untuk menghapus 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem pada tahun 2029.

Program ini melibatkan kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, desa, LSM internasional, hingga sektor swasta. Setiap desa akan didampingi dengan anggaran Rp 500 juta. Sementara setiap keluarga miskin ekstrem akan menerima transfer aset Rp 7 juta.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gubernur Miq Iqbal memberi penghormatan kepada para Bunda Posyandu yang hadir dari kabupaten/kota, para kader, perwakilan BKKBN, dinas kesehatan, serta seluruh stakeholder yang mendukung kegiatan Posyandu.

Gubernur Miq Iqbal mengungkapkan memiliki kedekatan batin dengan para kader Posyandu sejak jauh sebelum masa kampanye. “Setiap kali saya bertemu kader Posyandu, mata saya langsung berkaca-kaca. Dari para kader inilah saya belajar memahami masyarakat, memahami dusun, memahami kondisi ibu-ibu dan anak-anak di NTB,” ungkapnya.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, apa yang dilakukan para kader Posyandu bukan sekadar pekerjaan sosial biasa, melainkan wujud keikhlasan yang tinggi.

“Dalam Islam ada tingkat ketakwaan muhsinin, orang yang berbuat baik. Dan ada tingkat yang lebih tinggi, yaitu muhlisin, orang-orang yang ikhlas. Itulah para kader Posyandu kita. Mereka bekerja keras hanya dengan insentif kecil, bahkan kadang dibayar tiga bulan sekali, tapi tetap semangat mengabdi,” ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal menuturkan bahwa dirinya kerap mendapatkan masukan positif dari para Bunda Posyandu dan dinas kesehatan yang selalu memperjuangkan kenaikan insentif kader. Namun, kondisi anggaran yang sedang dipotong besar-besaran membuat Pemprov NTB belum mampu merealisasikannya.

“Kami mohon maaf belum bisa mewujudkan insentif yang layak. Tapi ini tidak mengurangi penghargaan kami. Justru acara ini saya perintahkan langsung untuk diselenggarakan sebagai wujud apresiasi,” tegasnya.

Kepada seluruh kader, Gubernur Miq Iqbal menitipkan tiga pesan penting yang selalu ditanamkan dalam budaya kerja. Di antaranya, bekerja dengan hati, lakukan pekerjaan dengan hati-hati, dan jangan memasukkan hal-hal negatif ke dalam hati.

Gubernur Miq Iqbal mengingatkan agar para kader Posyandu untuk tetap ikhlas menghadapi kritik, keluhan, dan tantangan di lapangan. “Kadang niat kita membantu, tapi justru yang dibantu marah. Jangan dimasukkan hati. Biarkan Allah yang tahu. Kebaikan itu nanti kembali kepada anak cucu kita,” katanya.

Sementara itu, sebagai bentuk penghargaan pribadi, Gubernur Miq Iqbal memberikan hadiah umrah kepada tiga kader terbaik. Juara 1 dan 2 akan diberangkatkan umrah langsung melalui alokasi khusus dari Gubernur NTB. Sementara juara 3 mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor.

Gubernur Miq Iqbal juga meminta dinas kesehatan memilih lima Posyandu terbaik yang akan menerima insentif pengembangan sebesar Rp 25 juta per Posyandu pada tahun depan.

Tahun depan, juara 1, 2, 3 dan dua harapan juga saya umrahkan. Biar bergiliran, biar semua punya kesempatan. “Semoga semangat kader Posyandu akan menjadi energi besar untuk mewujudkan cita-cita NTB Makmur Mendunia,” katanya. (lil/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Gubernur #Posyandu #kader #penghargaan #NTB #insentif