LombokPost - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak dini hari tadi memicu bencana banjir di sejumlah titik di Kabupaten Lombok Barat.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur tanpa henti selama lebih dari sembilan jam.
Sekitar pukul 04.00 – 13.25 WITA menyebabkan debit sungai meluap dan merendam infrastruktur vital.
Dua Jembatan Ambruk di Kecamatan Lembar
Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Lembar. Di Desa Sekotong Timur, terjangan arus air yang sangat kuat menyebabkan dua unit jembatan ambruk total. Kerusakan berat ini memutus akses mobilitas warga setempat secara signifikan.
Selain infrastruktur, akses transportasi di Desa Eat Mayang juga terganggu akibat genangan air yang menutupi badan jalan. Sementara itu, banjir juga dilaporkan meluas hingga ke Kecamatan Sekotong dan Kecamatan Labuapi.
Status Terkini: Assessment Masih Berlangsung
Hingga sore ini, personel gabungan dari BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, dan TRC-PB masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan.
Wilayah Terdampak meliputi Desa Sekotong Tengah, Desa Pelangan, dan Desa Karang Bongkot.
Hingga berita ini ditulis Kondisi Lapangan Sebagian wilayah masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Dimana Petugas melakukan evakuasi mandiri, pelaporan dampak kerusakan, dan penyebaran informasi peringatan dini kepada warga.
Waspada Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia
BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pasalnya, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh fenomena Bibit Siklon 96S yang terpantau di Samudra Hindia, tepat di selatan NTB.
Fenomena ini berpotensi besar memicu lainnya. Peningkatan curah hujan secara ekstrem
Gelombang laut sedang hingga tinggi yang membahayakan aktivitas pelayaran di pesisir selatan.
"Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di dekat bantaran sungai dan wilayah rawan longsor, untuk tetap siaga. Sebagian besar NTB sudah masuk puncak musim hujan, ditambah pengaruh siklon yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi," tulis BPBD NTB dalam keterangan resminya.
BPBD terus berkoordinasi dengan aparatur desa dan kecamatan untuk memastikan kebutuhan logistik pengungsi (jika diperlukan) terpenuhi dan jalur-jalur evakuasi tetap terpantau aman.
Editor : Redaksi Lombok Post