LombokPost - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian pada tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, terjadi lonjakan signifikan baik pada luas lahan panen maupun total produksi padi di seluruh wilayah Bumi Gora.
Luas Panen Meningkat Drastis disampaikan Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi NTB, Ir. Muhammad Ahyar.
Ia memaparkan bahwa luas panen padi di NTB pada tahun 2025 telah mencapai 322,90 ribu hektare.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 14,62 persen atau bertambah sekitar 41,18 ribu hektare jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang hanya sebesar 281,72 ribu hektare.
Produksi GKG Tembus 1,7 Juta Ton Sejalan dengan perluasan area panen, angka produksi padi juga ikut terkerek naik. Pada tahun 2025, NTB berhasil memproduksi padi sebanyak 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
"Terjadi kenaikan produksi sebanyak 255,21 ribu ton atau sekitar 17,56 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,45 juta ton GKG," ujar Muhammad Ahyar dalam keterangan resminya.
Ketahanan Pangan dan Stok Beras Kenaikan produksi gabah ini berdampak positif langsung pada ketersediaan beras untuk konsumsi masyarakat.
Produksi beras di NTB pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 973,14 ribu ton.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 145,36 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 827,79 ribu ton.
Peningkatan produksi yang mencapai lebih dari 17 persen ini memperkuat posisi NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Capaian ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri, tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas harga beras di pasar regional maupun nasional.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani di NTB dan membuktikan bahwa strategi intensifikasi serta ekstensifikasi lahan pertanian di wilayah tersebut berjalan efektif sepanjang tahun 2025.
Editor : Kimda Farida