Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Pneumonia Anak NTB Masih Tinggi, RS Mandalika Perkuat Deteksi Dini dan Layanan NICU-PICU

Kimda Farida • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:08 WIB
TEKOLOGI MUTAKHIR: NICU dan PICU RS Mandalika merupakan fasilitas rujukan terpadu NTB yang dilengkapi teknologi tinggi untuk perawatan intensif bayi dan anak.
TEKOLOGI MUTAKHIR: NICU dan PICU RS Mandalika merupakan fasilitas rujukan terpadu NTB yang dilengkapi teknologi tinggi untuk perawatan intensif bayi dan anak.

LombokPost--Pneumonia masih menjadi momok bagi bayi dan anak-anak di NTB. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Mandalika, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama perawatan pasien anak di rumah sakit tersebut.

"Pada periode tertentu, terutama akhir tahun 2025, kasus pneumonia bahkan mencapai hampir setengah dari total pasien anak yang kami rawat," ujar dr Eka kepada Lombok Post.

Pneumonia masih tercatat sebagai pembunuh nomor satu pada bayi di Indonesia, khususnya bagi bayi baru lahir hingga di bawah satu bulan.

Pasien dengan kondisi berat dirawat intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Mandalika dengan dukungan ventilator.

Menurut dr Eka, kunci penanganan terletak pada kesigapan keluarga. Gejala awal seperti batuk, napas cepat, dan sesak pada bayi dan anak harus segera diwaspadai.

TEKOLOGI MUTAKHIR: NICU dan PICU RS Mandalika merupakan fasilitas rujukan terpadu NTB yang dilengkapi teknologi tinggi untuk perawatan intensif bayi dan anak.
TEKOLOGI MUTAKHIR: NICU dan PICU RS Mandalika merupakan fasilitas rujukan terpadu NTB yang dilengkapi teknologi tinggi untuk perawatan intensif bayi dan anak.

"Banyak pasien datang dalam kondisi berat karena penanganan terlambat. Padahal, deteksi dan pengobatan dini dapat mencegah kondisi memburuk," tegasnya.

Bayi sangat rentan tertular pneumonia dari orang di sekitarnya. dr Eka mengingatkan bahwa kebiasaan mencium bayi saat orang dewasa sedang batuk atau flu dapat menjadi pintu penularan.

"Daya tahan tubuh bayi masih lemah. Infeksi bisa berkembang dengan sangat cepat," jelasnya.

Direktur RS Mandalika Provinsi NTB dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan komprehensif, mulai dari upaya pencegahan hingga pengobatan dan rehabilitasi.

"Kami terus perkuat layanan anak melalui peningkatan ketersediaan dokter spesialis, fasilitas, serta kesiapan NICU dan PICU untuk menekan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak di NTB," ujar dr Oxy.

Rumah sakit tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang lengkap, mulai dari laboratorium, radiologi, hingga unit perawatan intensif untuk menangani pneumonia.

Baca Juga: Pria 52 Tahun di Dompu Rudapaksa Pelajar Berkali-kali

Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan jika anak menunjukkan gejala.

"Semakin muda usia anak, risikonya semakin besar. Deteksi dini dan penanganan cepat adalah kunci keselamatan," pungkas dr Eka. 

Editor : Kimda Farida
#RS Mandalika #kasus pneumonia