LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda hampir seluruh wilayah NTB pada penghujung Februari 2026. Peringatan ini berlaku hingga 28 Februari 2026.
Berdasarkan Update Dasarian II Februari, intensitas hujan diprediksi akan meningkat tajam dengan kategori Siaga hingga Awas.
Forecaster BMKG, Made Budi Setyawan dan Nindya Kirana, melaporkan bahwa meskipun kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan IOD saat ini berada pada kategori Netral, angin baratan yang aktif dan pergerakan gelombang atmosfer memicu peluang hujan lebat yang sangat tinggi.
Daftar Wilayah Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi
Masyarakat diminta memperhatikan level peringatan di wilayah masing-masing karena peluang curah hujan di atas 100 mm/dasarian mencapai lebih dari 90 persen.
Level AWAS (Merah): Kabupaten Lombok Barat: Kecamatan Lingsar dan Narmada.
Level SIAGA (Oranye): Kota Mataram: Kecamatan Sandubaya. Kabupaten Lombok Tengah: Batukliang, Batukliang Utara, Jonggat, Pringgarata.
Kabupaten Lombok Barat: Gunungsari, Kediri, Lingsar, Narmada. Kabupaten Lombok Utara: Tanjung.
Level WASPADA (Kuning): Tersebar di sebagian besar wilayah Bima (Tambora), Dompu (Pekat), Sumbawa, Sumbawa Barat, serta seluruh wilayah Pulau Lombok.
Dinamika Atmosfer dan Analisis Iklim
Monitoring pada Dasarian II menunjukkan curah hujan tertinggi tercatat di Buwun Mas, Lombok Barat mencapai 247 mm/dasarian.
Meskipun sempat terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah Puyung (Lombok Tengah) selama 10 hari, namun memasuki Dasarian III (21-28 Februari), massa udara basah kembali mendominasi wilayah NTB.
"Angin baratan diprediksi akan tetap aktif dan MJO bergerak menuju fase 3 (Indian Ocean). Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang masif di wilayah kita," tulis laporan BMKG tersebut.
Himbauan Keamanan
Mengingat NTB sedang berada pada puncak musim hujan, BMKG mengeluarkan instruksi penting bagi masyarakat:
Waspada Bencana: Antisipasi bencana hidrometeorologis tiba-tiba seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.
Kebersihan Lingkungan: Pastikan saluran drainase bersih untuk menampung debit air yang diprediksi akan meningkat.
Kesehatan: Jaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah berstatus AWAS diharapkan segera melakukan langkah mitigasi darurat guna meminimalkan kerugian materil maupun korban jiwa.
Editor : Kimda Farida