LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah bersurat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI guna memfasilitasi penyediaan dan pengoperasian tambahan kapal angkut ternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi menyebut permintaan itu untuk satu unit kapal khusus ternak Camara Nusantara, dengan trayek Bima–Tanjung Priok, serta satu unit kapal roro berkapasitas 50–70 truk dengan trayek Bima–Tanjung Priok atau Lembar–Tanjung Wangi, Banyuwangi atau Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
“Ini untuk mendukung kelancaran distribusi sapi dari NTB sekaligus sebagai langkah antisipasi penumpukan ternak di sejumlah pelabuhan utama, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” tegasnya, Rabu (4/3).
Saat lebaran Idul Adha, kuota pengiriman sapi dari NTB diperkirakan mencapai 20 ribu ekor, di mana sekitar 9 ribu ekor, telah memiliki kontrak bisnis dengan asosiasi resmi. Sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa.
Tetapi persoalan transportasi masih menjadi perhatian penting. Keterbatasan angkutan laut selama ini menyebabkan antrean pengiriman ternak di sejumlah pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Pototano di Sumbawa Barat, Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur (Lotim), serta Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat (Lobar).
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan hewan kurban. Bahkan berkaca dari pengalaman tahun lalu, adanya kejadian antrean panjang di pelabuhan menyebabkan kematian hewan ternak yang akan dikirim akibat kelelahan.
“Dengan kondisi itu, perlu adanya dukungan dari Pemerintah Pusat untuk menambah armada angkutan laut, sangat dibutuhkan bagi NTB,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov NTB menyiapkan pengaturan jadwal pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa agar disesuaikan dengan kapasitas muat kapal.
Persoalan yang kerap dihadapi peternak, khususnya di Pulau Sumbawa, yakni penumpukan sapi di pelabuhan akibat jadwal pengiriman yang belum tertib. Karena itu, diperlukan pengaturan jadwal yang lebih disiplin untuk menghindari kepadatan di Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Pototano, Pelabuhan GiliMas, dan Pelabuhan Lembar.
Pengiriman ternak dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa juga akan disesuaikan dengan kapasitas muat kapal yang tersedia. “Apabila permohonan penambahan kapal tidak dapat dipenuhi Pemerintah Pusat, Pemprov NTB akan melakukan rekayasa waktu lalu lintas ternak menjelang Idul Adha sebagai langkah alternative,” beber Riadi.
Di sisi lain, Disnakeswan NTB bersama dinas kabupaten dan kota, memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis dan zoonosis.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penertiban pengambilan darah ternak, untuk uji laboratorium oleh Satuan Tugas Percepatan Pelayanan Lalu Lintas Hewan Kurban.
Mereka bertugas melakukan pemeriksaan fisik, serta pengambilan sampel uji laboratorium, terhadap hewan kurban.
Melalui sinergi lintas lembaga, diharapkan distribusi hewan kurban dari NTB ke berbagai daerah, khususnya Jabodetabek, dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan bebas dari risiko kematian ternak akibat penumpukan di pelabuhan.
“Harapan kami, dengan langkah-langkah seperti ini, alur distribusi bisa lancar dan kesehatan hewan tetap terjamin,” tandasnya.
Editor : Rury Anjas Andita