LombokPost-Kunjungan kerja Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Kamis (25/6), dimanfaatkan pemerintah desa, menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian utama, kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih jauh dari memadai dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Dalam dialog bersama gubernur yang disaksikan masyarakat, Kepala Desa Mekarsari Faizul Bayani mengungkapkan perbaikan jalan telah lama menjadi harapan warga.
Namun hingga kini, berbagai janji pembangunan yang pernah disampaikan sejumlah pihak belum juga terealisasi. “Tidak ada yang terealisasi sampai hari ini, banyak yang memberikan janji,” kata Faizul.
Baca Juga: Pemprov NTB Bentuk Satgas Desa Berdaya Dengan Tugas Lengkap
Menurutnya, pemerintah desa saat ini kesulitan, melakukan pembangunan infrastruktur secara mandiri akibat adanya pemangkasan dana desa.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak pemerintah desa, dalam membiayai pembangunan fisik menjadi sangat terbatas.
Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, perbaikan jalan masih dapat dilakukan melalui anggaran desa yang dipadukan dengan dukungan lintas sektoral.
Tetapi sekarang, keterbatasan anggaran membuat sejumlah kebutuhan pembangunan terpaksa ditunda. Faizul menjelaskan, dari sisi kesiapan lahan sebenarnya tidak ada kendala berarti.
Beberapa ruas jalan bahkan telah memiliki lebar yang cukup untuk ditingkatkan kualitasnya. Jalur Lilir-Sempeni misalnya, memungkinkan pembangunan jalan hingga lebar empat meter.
Sementara ruas Ranjok Timur menuju Mekarsari Bukit Tinggi, memiliki lebar lebih dari tujuh meter.
Meski demikian, masih banyak ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan. Berdasarkan data desa, sekitar 1,5 kilometer (km) jalan masih belum dibeton.
Selain itu terdapat sekitar 950 meter jalan yang sama sekali belum mendapatkan penanganan, sementara jalan utama desa yang menjadi akses vital masyarakat masih mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 2,5 km.
Baca Juga: Jumlah Penerima Bantuan di NTB Berpotensi Menyusut, Dampak Verifikasi Ketat Program Desa Berdaya
Buruknya kondisi infrastruktur tersebut memberikan dampak besar, bagi kehidupan masyarakat.
Salah satu yang paling menyita perhatian publik, peristiwa penggotongan jenazah yang sempat viral karena ambulans tidak dapat menjangkau rumah warga akibat kondisi jalan yang rusak.
“Setiap ada yang meninggal di rumah sakit, itu kita tandu karena ambulans tidak bisa masuk,” ungkap Faizul.
Persoalan lainnya, SDN 4 Mekarsari hingga saat ini belum dapat dijangkau Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena sulitnya akses transportasi menuju sekolah tersebut.
Selain pelayanan dasar, sektor ekonomi masyarakat juga terdampak. Desa Mekarsari dikenal memiliki potensi agroforestri yang cukup besar, terutama sebagai penghasil durian, kelapa dan gula aren.
Dengan kondisi jalan yang buruk, membuat warga kesulitan membawa hasil produksi ke pasar.
Akibatnya, petani dan pelaku usaha lokal lebih banyak bergantung pada pengepul yang datang langsung ke desa.
Situasi ini menyebabkan harga jual komoditas, menjadi jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Akhirnya ada pengepul yang datang membeli ke desa, tetapi harganya bisa turun sampai 50 persen dari harga jual sebenarnya,” jelas Faizul.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pendapatan masyarakat sulit meningkat dan berkontribusi terhadap masih adanya warga yang masuk kategori miskin ekstrem.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan Pemprov NTB akan memberikan perhatian, terhadap persoalan tersebut.
Dana bantuan Rp 500 juta yang dari Program Desa Berdaya tidak akan digunakan, untuk pembangunan jalan karena telah direncanakan untuk mendukung program industrialisasi dan desa wisata.
“Rp 500 juta itu sudah ada perencanaan untuk industrialisasi dan desa wisata,” kata Iqbal.
Iqbal memastikan Pemprov NTB akan mencari sumber pendanaan lain, agar pembangunan jalan dapat segera direalisasikan. “Banyak model yang jelas ini akan keroyokan nanti kita selesaikan,” ujarnya.
Kehadiran Pemprov NTB di Desa Mekarsari merupakan bentuk keseriusan dalam merealisasikan program yang telah direncanakan. “Kita sudah turun dan sudah siap direncanakan,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa