Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Bergerak Cepat, PMI Asal Bima Sakit di Sarawak Berhasil Dipulangkan

Yuyun Kutari • Jumat, 3 Juli 2026 | 11:41 WIB
Petugas terkait saat menjemput Adnan, PMI asal Kabupaten Bima, yang berhasil dipulangkan dari Sarawak, Malaysia Timur, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)
Petugas terkait saat menjemput Adnan, PMI asal Kabupaten Bima, yang berhasil dipulangkan dari Sarawak, Malaysia Timur, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Respons cepat Pemprov NTB, kembali membuahkan hasil. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bima, Adnan (49) yang dilaporkan mengalami sakit saat bekerja di Sarawak, Malaysia Timur, berhasil dipulangkan ke Indonesia, setelah melalui koordinasi intensif lintas daerah dan lintas negara.  

Keberhasilan penanganan tersebut, merupakan tindak lanjut atas atensi dan arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, agar setiap warga Bumi Gora yang mengalami persoalan di luar negeri, memperoleh pelayanan dan pelindungan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.  

Baca Juga: Pemprov NTB Ingin PMI Pulang Bangun Usaha Bukan Kembali Berangkat

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, penanganan dilakukan segera setelah laporan diterima dari Pemerintah Desa Talapiti dan Disnakertrans Kabupaten Bima, mengenai kondisi Adnan yang bekerja secara nonprosedural di Lot 1 Blok 16, Dulit Land District, Batang Asoso, Baram, Miri, Sarawak, Malaysia Timur. 

“Atas arahan dan atensi bapak gubernur, kami bergerak cepat membangun koordinasi lintas instansi, lintas daerah, dan dengan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” tegasnya, Jumat (3/7). 

Ia menyampaikan setiap laporan mengenai PMI asal NTB menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Negara harus hadir memberikan pelindungan kepada seluruh PMI asal NTB. “Baik dalam kondisi bekerja maupun ketika menghadapi permasalahan di negara penempatan,” jelasnya. 

Sebagai langkah awal, Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans NTB Pradiptha Himawan Putra, langsung berkoordinasi dengan sesama Pejabat Fungsional Pengantar Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bima untuk menghubungi Pemerintah Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi.  

Baca Juga: PMI Asal Wanasaba yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan

Koordinasi tersebut dilakukan guna memperoleh titik lokasi pasti keberadaan PMI, alamat tempat bekerja, identitas perusahaan, serta nomor telepon rekan kerja PMI yang masih berada di Malaysia.  

Hasil koordinasi berhasil memastikan bahwa Adnan berada di PT. Citra Indah SDN. BHD., Lot 1 Blok 16, Dulit Land District, Batang Asoso, Baram, Miri, Sarawak, Malaysia Timur, sekaligus diperoleh nomor kontak rekan kerjanya sebagai bahan penelusuran.  

Pradiptha menjelaskan kecepatan memperoleh data lapangan, menjadi faktor utama keberhasilan penanganan. “Kami langsung melakukan koordinasi teknis dengan jajaran Disnakertrans Kabupaten Bima serta Pemerintah Desa Talapiti,” bebernya. 

Ini untuk memastikan lokasi keberadaan PMI dan memperoleh kontak rekan kerjanya. Setelah data tersebut lengkap, pihaknya segera berkoordinasi dengan Konselor Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) KJRI Kuching, agar proses penelusuran dan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif. 

Baca Juga: Modus Janji Kerja ke Jepang, Pengelola LPK di Mataram Jadi Tersangka TPPO, Raup Rp 95 Juta dari Calon PMI

Mengingat lokasi PMI berada di wilayah kerja KJRI Kuching yang membawahi Sarawak, Malaysia Timur. 

Berkat koordinasi tersebut, KJRI Kuching segera melakukan penelusuran, berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan agen, hingga akhirnya pada 28 Juni, Adnan berhasil dikeluarkan dari lokasi perkebunan dan diserahkan kepada agen untuk diproses pemulangannya ke Indonesia.  

Perkembangan per 30 Juni, Adnan telah tiba dengan selamat di Pontianak, Kalimantan Barat, bersama keluarganya. Selanjutnya, yang bersangkutan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju NTB pada 1 Juli 2026.  

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemprov NTB, Disnakertrans Kabupaten Bima, Pemerintah Desa Talapiti, BP3MI Nusa Tenggara Barat, dan KJRI Kuching dalam memberikan pelindungan kepada PMI asal Nusa Tenggara Barat.  

Pemprov NTB memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga Adnan tiba dengan selamat di Kabupaten Bima, sebagai wujud komitmen menghadirkan pelayanan dan pelindungan bagi seluruh PMI asal Bumi Gora.

Editor : Akbar Sirinawa
#malaysia timur #Kabupaten Bima #NTB #Lalu Muhamad Iqbal #pekerja migran Indonesia (PMI)