Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua Bhayangkari NTB Bawa Dua Korban Kekerasan di Ponpes ke RS Bhayangkara, Siapkan Beasiswa

Marthadi • Selasa, 7 Juli 2026 | 15:27 WIB
Ketua Bhayangkari Daerah NTB mengunjungi rumah salah satu korban.
Ketua Bhayangkari Daerah NTB mengunjungi rumah salah satu korban.

LombokPost – Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Ny. Widi Kalingga Rendra Raharja bersama jajaran pengurus mendampingi Kapolda NTB dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB mengunjungi dua anak korban dugaan kekerasan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (7/7).

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban yang mengalami luka berat akibat peristiwa yang terjadi pada Desember tahun lalu.

Rombongan pertama kali mendatangi kediaman Sahil Al Hadri di Dusun Gontoran, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah korban lainnya di Desa Karang Sidemen.

Baca Juga: WNA Korsel yang Rudapaksa Teman Wanita Diadili Besok

Usai melihat langsung kondisi kedua korban, Kapolda NTB bersama Bhayangkari dan Kakanwil Kemenag NTB memutuskan mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram setelah memperoleh persetujuan dari keluarga. Langkah tersebut dilakukan agar korban mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Ketua Bhayangkari NTB Ny. Widi Kalingga Rendra Raharja mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk empati sekaligus komitmen Bhayangkari dan Polri dalam mendampingi proses pemulihan korban.

"Selain memberikan santunan kepada keluarga, kami juga memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak dan ibu mereka. Hari ini kedua korban juga sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif," ujarnya.

Baca Juga: Perlawanan Mantan Wabup Sumbawa Kandas, Praperadilan Kasus Korupsi Pengadaan Masker Ditolak

Menurutnya, perhatian Bhayangkari tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan korban, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan mereka.

Saat ini, Kakanwil Kemenag NTB tengah memproses perpindahan data pendidikan kedua korban agar dapat melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri. Seluruh biaya pendidikan direncanakan ditanggung melalui program beasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan.

Kolaborasi antara Polda NTB, Bhayangkari, dan Kemenag NTB tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fisik dan psikologis korban, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pengawasan serta perlindungan anak di lingkungan pondok pesantren di NTB.

Editor : Marthadi
#Bhayangkari NTB #Lombok Tengah #korban kekerasan #rumah sakit #Kapolda NTB