LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menjalin kerja sama dengan UniversitiMuhammadiyah Malaysia (UMAM), terkait dengan pengembangan SDM. ”Kami sangat menyambut baikkerja sama ini,” tegas Rektor Ummat Drs Abdul Wahab MA, usai kegiatan penandatangan kerja sama di Auditorium H Anwar Ikraman Ummat, Senin (30/10).
Kerja sama tersebut memfasilitasi dosen Ummat yang ingin melanjutkan pendidikan di program doktor(S3) di UMAM. Dikatakannya, pengembangan kualitas dan mutu tenaga pengajar kini bukan lagi sebuah keinginan, melainkan telah menjadi kebutuhan.Kemudahan dalam melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama ke Malaysia, merupakan hal yangpaling dinanti Ummat.
Bagaimanapun, kerja sama ini dapat mengurangi biaya pendidikan, yang mencapai Rp 300 juta per orang. Namun rektor belum bisa memberikan detail, kapan kerja sama ini akan berjalan. Hal yang pasti, ketika dosen Ummat ingin melanjutkan pendidikan di UMAM, mereka akan belajar di sana selama enam bulan,sekaligus melaksanakan penelitian dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Nanti bagaimana pengaturannya dari tiga kegiatan itu, diserahkan ke dosen masing-masing, yang pastidurasi mereka belajar di sana selama enam bulan,” jelas rektor.
Adapun program doktor yang akan dijalani dosen Ummat, mencakup Business and Management, Education, Information Technology (IT), Islamic Studies, dan Social Science.
”Terutama yang menjadi fokus kami sekarang adalah bidang IT dan Islamic Studies, kami melihat ini menjadi kebutuhan, apalagi kedepannya Ummat ingin membuka pascasarjana IT, jadi syaratnya harus punya minimal lima dosen S3 di bidang yang sama,” pungkasnya.
Kepala LLDikti Wilayah VIII Dr I Gusti Lanang Bagus Eratodi mengatakan, kerja sama yang terjalin sebagai upaya pemerintah untuk menguatkan kompetensi, kapasitas hingga karir dosen, sehingga bisa menciptakan mahasiswa yang berdaya saing unggul.
“Ini semuanya bisa tercipta dari dosen-dosen yang berpendidikan minimal S2, tetapi kalau liat standarlebih lagi, jauh lebih jika itu dilakukan oleh dosen-dosen kita yang S3,” tegasnya.
Dengan terjalinnya kerja sama antara Ummat dan UMAM yang fokus pada program doktor, diharapkan bisa berdampak pada nilai akreditasi kampus, memperoleh predikat baik sekali dan unggul. “Untuk mendapatkan predikat itu, tentu akan dihitung seberapa banyak dosen pendidikan S3, berapa banyak dosen sebagai lektor kepala, dan dosen berstatus guru besar,” jelas Lanang.
Di sisi lain, kerja sama yang terjalin bisa dimanfaatkan Ummat untuk join penelitian. Kesempatan iniditunggu oleh dosen, yang ingin meningkatkan jabatan akademiknya.
“Misalnya, kalau ingin menjadilektor kepala, dosen harus menjalani riset bereputasi,” tandasnya. (yun/r11/*)
Editor : Kimda Farida