Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terkait Belasan Kasek SMA/SMK Lowong, Dikbud Janji Segera Isi Posisi Tersebut

Ali Rojai • Sabtu, 6 Januari 2024 | 16:05 WIB
PULANG SEKOLAH: Dua orang siswa SMAN 3 Mataram jalan kaki di lapangan sekolah saat jam pulang. (ROJAI/LOMBOK POST)
PULANG SEKOLAH: Dua orang siswa SMAN 3 Mataram jalan kaki di lapangan sekolah saat jam pulang. (ROJAI/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB segera mengisi kepala SMA/SMK/SLB yang lowong. Hasil evaluasi kineja (Evakin) kasek pada November 2023 lalu akan menjadi salah satu indikator penilaian pengisian kasek lowong. ”Kami sudah punya nama-nama calon kepala sekolah,” kata Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan pada Lombok Post, kemarin.

Ada 13 kasek lowong lingkup Pemprov NTB. Di antaranya, kepala SMAN 3 Mataram, SLBN 1 Mataram, SMAN 1 Gunungsari, SMAN 1 Batulayar, SMKN 1 Lingsar, SMAN 1 Batukliang. Juga sejumlah sekolah di Pulau Sumbawa.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyodorkan sejumlah nama-nama calon kasek kepada pimpinan atau penjabat gubernur. Namun yang jelas calon kasek yang diusulkan ini sesuai persyaratan. Memiliki sertifikat calon kepala sekolah atau dari guru penggerak (GP). ”Kalau dari dua persyaratan tidak memenuhi baru kita ambil dari guru-guru senior,” tutur Aidy.

Dia juga akan meminta pendapat kepada pengawas terkait pengangkatan kasek. Dia menyebutkan, pihaknya tidak hanya akan mengisi kasek lowong, namun juga akan ada pergeseran. ”Kami ingin mutasi kasek ini bisa secepatnya atau bulan Januari ini. Lebih cepat lebih baik,” tukasnya.

Dia ingin pengisian kasek lowong dilakukan bulan ini. Mengingat pada semester genap belum dicairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, beberapa bulan ke depan akan ada ujian sekolah (US) bagi kelas XII. ”Tanda tangan ijazah bisa dilakukan Plt (pelaksana tugas), tapi baiknya dilakukan kasek definitif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua PGRI NTB Abdul Kadir mendorong Dikbud NTB dapat memanfaatkan guru penggerak (GP) yang ada sebagai kasek. Jika GP tidak cukup, Dikbud NTB dapat mengusulkan guru-guru senior yang memiliki kinerja sangat baik untuk mengisi kekosongan kasek. ”Dikbud NTB dapat melakukan fit and proper test atau mengkaji laporan kinerja para guru yang akan menjadi calon kasek,” ucap pria yang karib disapa Kedo ini.

Selain itu lanjut dia, Dikbud NTB juga bisa melibatkan pengawas dalam pengangkatan calon kasek. ”Ini penting karena pengawas memahami kondisi para guru di sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#kepsek #Sekolah #Dikbud