LombokPost-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan melakukan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang masuk sekolah reguler. Sehingga tahu apa yang menjadi kebutuhan dari murid itu sendiri.
”Selama ini sekolah tidak pernah tahu ada ABK karena pendaftaran dilakukan secara online,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Syarafudin, beberapa waktu lalu.
Diutarakan, sekolah reguler, baik jenjang SD maupun SMP kini tidak menolak ABK. Tidak boleh ada kesenjangan di dunia pendidikan.
Hanya saja kini ABK yang ada di sekolah reguler kadang tidak ditangani guru pendidikan khusus (GPK). ”ABK tidak hanya tuna rungu, wicara, autis, dan tuna netra, melainkan anak yang memiliki hambatan belajar atau slow learner juga bagian dari ABK,” terangnya.
Dia ingin ABK yang mendaftar di sekolah reguler ada asesmen. Sehingga pihak sekolah ada persiapan untuk menangani ABK. ”Kalau memang tak ada guru khususnya, bisa diarahkan ke sekolah lain yang memiliki GPK,” sarannya.
Dia menyebutkan, tidak semua sekolah reguler memiliki GPK. Bahkan di Kota Mataram guru pendidikan khusus minim. ”Kalau ndak salah kita ada 12 GPK di SD dan SMP,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida